Saat kami memutuskan untuk ke SIN, maka langsung cari-cari informasi penginapan yang recommended bagi keluarga yang membawa anak kecil, cukup nyaman dan tidak bikin kantong bolong. Karena kami selama di SIN akan sering menggunakan MRT ke tempat-tempat wisatanya, maka kami harus cari hotel yang dekat dengan jalur hijau (baca lagi ceritaku di sini untuk lebih detilnya). Dengan rekomendasi seorang teman, kami memutuskan untuk menginap di V Hotel Lavender yang ada di 70 Jellicoe Rd, SIN.
Mengapa akhirnya kami pilih V Hotel?
- Karena letaknya tepat di atas stasiun MRT Lavender yang termasuk jalur hijau. Jadi klu mau naik MRT ga perlu jalan jauh, tinggal turun aja.
- Cari makan juga gampang bangett, di sekitaran hotel banyak sekali tempat makan. Ada Mc.D, chinesse food, malay food, aneka cemilan, bahkan masakan padang juga ada, kumplit tinggal pilih sesuai selera, dekat juga dengan Sevel klu butuh-butuh sesuatu. Harganya juga sangat terjangkau kok, S$5 udah dapet enak dan banyak klu masakan padang/ malay food. Maklumlah yaa, sebagai makhluk pemakan nasi sejati, dalam sehari harus makan nasi kan, sementara di SIN itu buat nyari makanan berupa nasi dengan rasa yang cocok di lidah itu sesuatu. Bagi muslim, pastikan juga makanannya halal (no pork) sebelum membeli makanan yaa, bisa dilihat di stiker halal Singapore yang ditempel di dekat kasir, atau tanya aja langsung.
- Untuk ukuran hotel bintang 4 di SIN, harganya cukup bersahabat, kamarnya bersih dan nyaman meskipun lumayan kecil, dan yang paling penting, bisa nitip koper dulu pas checkout karena masih mau jalan-jalan. Pas mau ke bandara baru deh balik ke hotel, ambil koper, trus ke Changi.
Karena kami menginap saja tanpa sarapan, jadinya klu pagi, tugas si Bapak buat jalan dan beliin makanan buat kami semua. Setelah perut kenyang, baru deh kami jalan-jalan. Untuk makan siang, biasanya kami makan di tempat wisata yang kami kunjungi. Makan malam di sekitaran hotel lagi. Air minum selain ambil yang gratisan, buah-buahan, dan cemilan lain, kami beli di Sevel yang cukup dekat juga dari hotel. Harganya masih cukup bersahabat kok, dibanding klu beli di tempat wisata, bisa auto ndomblong klu dikurskan ke rupiah. 😆
Kami menginap selama 4 hari 3 malam, pesan lewat online aja seperti tiket pesawat, tinggal klak klik klak klik selesai. Sayang sekali karena rempong sama bocah, jadi ga banyak poto poto di area hotel. Yang penting hotel ini recommended buat kalian yang budgetnya bukan sultan ples bawa anak kecil atau orang tua. Bayangkan, ke mana-mana di SIN itu jalaaaaaannnnn teruuuusss, jadi klu malem itu berasa nikmat banget nyelonjorin badan, apalagi hotelnya di atas stasiun MRT, beneran surga dunia.
Klu ditanyain, mau nginep di sana lagi ga? Maulaaaahh, apalagi klu ada yang bayarin, qiqiqiiqiq. 😂
Siapa yang tidak kenal Changi Airport Singapore, bandara udara internasional yang warbiyasak bagus dan kumplitnya. Rasanya hanya muter-muter keliling Changi dari terminal 1-4 udah kayak keliling di sebuah tempat wisata serunya. Changi memang didesain untuk memanjakan pengunjungnya, sangat bersih dan apik di semua sudutnya, bahkan sampai ke toiletpun.
Salah satu andalan terbaru destinasi wisata di Changi adalah "Jewel HSBC Rain Fortex" yang ada di T1 (Terminal 1), sebuah air terjun buatan indoor tertinggi di dunia, dengan tinggi 40 m (sama dengan 7 lantai) yang ON terus selama 24 jam non stop. Air turun dari langit-langit langsung ke basement dengan bentuk menyerupai corong. Saat malem, ada pertunjukan lasernya juga setiap sejam sekali. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan biaya sekitar S$1,78 Milyar. Wow, hanya demi bisa mempunyai air terjun lho, klu di Indonesia mah, air terjun banyaaak, tinggal pilih mau air terjun yang mana.
Kami landing di T1, setelah lolos imigrasi, ambil bagasi, langsung deh jalan ke Jewel, deket bangeeettttttt. Coba klu kami di T2/3/4, harus jalan dulu, naik sky train dulu, baru deh bisa ke Jewel. Masukan buat kalian yang baru pertama ke Changi, setelah lolos imigrasi, segeralah ambil bagasi sebelum jalan-jalan di bandara, karena klu ga, bisa-bisa bagasi kalian akan masuk ke "lost & found". Di SIN udah biasa kok orang-orang jalan sambil geret-geret koper, jadi woles aja.
Selain Jewel HSBC Rain Fortex dan Shisheldo Forest yang gratis, ada juga beberapa permainan lainnya yang bisa dicoba dan berbayar, seperti Canopy Park, Canopy Bridge (jembatan lantai kaca setinggi 5 lantai/ 23 meteran), bouncing net, walking net, wahana Changi Experience Studio, juga ada banyak pertokoan dan perkulineran yang bisa dieksplor klu punya banyak waktu luang.
Karena waktu yang terbatas, jadi kami hanya ke Jewel aja, entah nanti waktu mau balik ke Indonesia masih sempat jalan-jalan di Changi atau endak, we'll see. 😍
NB: Oyaa, mumpung masih di Changi, jangan lupa buat ngisi botol dengan air minum gratis yang tersedia di dekat toilet. Karenaaaa, air di SIN mahal harganya Cyiiinnn, klu bisa ambil yang gratis, ambil ajaaaa 😂
Alhamdulillaah, kali ini Keyza Family dapat rizki bisa ngebolang ke Singapore untuk pertama kalinya, klu si Bapak Daddy siy udah kesekian kalinya, tapi buat yang lain baru pertama mau ngecapin passport di SIN. Kalau sebelum-sebelumnya, saat ke luar negeri kami tinggal terima beres, alias tinggal berangkat aja, kali ini beda. Karena kami ngebolang mandiri, jadi ya semua muanya diurus sendiri, mulai cari tiket pesawat, hotel, itinerary, akomodasi, sampai urusan perut dan printilan lainnya. 😄
Kenapa pilih SIN, bukan negara lainnya? Pertama jelas paling dekat, ga perlu pakai visa karena sesama negara ASEAN, trus negaranya kecil jadi ga susah melajarin petanya, apalagi ya, yaaa karena klu ke SIN, in syaa Allaah masih on budget-lah. Rencananya mau ngajakin ibu sama adek bontot juga, tapi ternyata cuma adek aja yang bisa ikutan. Jadilah kami berangkat berlima, rasa rasa punya anak tiga-lah jadinya. 😆
Nah, kali ini, aku mau menuliskan apa aja siy yang harus dipersiapkan sebelum ngebolang ke negeri seberang? Yuks..
1. Paspor (passport)
Pertama dan utama, klu belum punya, segera urus deh ke Imigrasi terdekat, bisa juga dibaca pengalaman kami mengurus passport di sini.
2. Tiket pesawat PP
Nah ini ga kalah pentingnya ya, kalau mau ngebolang ke SIN dengan tenang, pastikan tiket pesawat pulang pergi sudah di tangan, sekarang kan bisa beli via online ya, sangat mudah dan cepat. Pastikan juga turun di terminal berapa, supaya ga cenunak cenunuk di bandara.
Berhubung kami belum jadi sultan, maka kali ini berangkat pakai Scoot dan pulangnya Jetstar. Ingat buat beli bagasi jika ga include di tiketnya ya. Saat berangkat, kami cuma bawa 2 koper ukuran besar 1, medium 1, sama stroller. Dan masing-masing orang bawa 1 tas ransel. Jadi saat berangkat, kami beli bagasi 40 kg, pulangnya 60 kg untuk mengantisipasi beranaknya koper. Pastikan tidak membawa benda tajam ke dalam kabin, juga cairan dalam kemasan lebih dari 100ml.
Penerbangan dari Juanda ke Changi sekitar 2 jam saja, dengan perbedaan waktu 1 jam lebih cepat di SIN.
3. Hotel
Yaps, tempat menginap adalah urutan berikutnya, karena sejak di imigrasi sudah ditanyain nanti, mau berapa hari dan nginep di mana (saat ngisi Immigration Card). Sedikit tips untuk kalian, jika selama di SIN akan sering menggunakan MRT ke tempat-tempat wisatanya, sebaiknya pilih hotel yang dekat dengan jalur hijau (nanti akan kubahas lebih detil di point 7).
Dengan rekomendasi seorang teman, kami memutuskan untuk menginap di V Hotel Lavender yang ada di 70 Jellicoe Rd, SIN. Mengapa pilih V Hotel? Karena letaknya tepat di atas stasiun MRT Lavender yang termasuk jalur hijau. Jadi klu mau naik MRT ga perlu jalan jauh, tinggal turun aja. Trus cari makan juga gampang bangett, di sekitaran hotel banyak sekali tempat makan. Ada Mc.D, chinesse food, malay food, aneka cemilan, bahkan masakan padang juga ada, kumplit tinggal pilih sesuai selera, dekat juga dengan Sevel klu butuh-butuh sesuatu. Harganya juga sangat terjangkau kok, S$5 udah dapet enak dan banyak klu masakan padang/ malay food. Maklumlah yaa, sebagai makhluk pemakan nasi sejati, dalam sehari harus makan nasi kan, sementara di SIN itu buat nyari makanan berupa nasi dengan rasa yang cocok di lidah itu sesuatu. Bagi muslim, pastikan juga makanannya halal (no pork) sebelum membeli makanan yaa, bisa dilihat di stiker halal Singapore yang ditempel di dekat kasir, atau tanya aja langsung.
Kami menginap selama 4 hari 3 malam, pesan lewat online aja seperti tiket pesawat, tinggal klak klik klak klik selesai.
4. Akses Komunikasi & Internet
Hari gini hidup tanpa internet rasa hampa pastinya, apalagi saat ngebolang di negeri orang, di mana mbah Gugel jangan sampe lepas buat ditanya-tanyain waktu di jalan, klu di hotel kan sudah ada WIFI. Nah, jika kalian memakai si merah sepertiku tinggal beli aja paket roaming "RoaMAX Singapura" dengan kuota 100 GB yang berlaku selama 7 hari, dengan harga Rp.150.000,-. Jika kalian pakai selain si merah, bisa aktifkan paket roaming juga, jadi ga perlu ganti SIM card SIN.
5. Itinerary & Tiket Atraksi
Yess, klu mau ngebolang mandiri ke negeri orang, sudah pasti harus menyusun itinerary, supaya bisa mengatur waktunya, menentukan transportasinya mau naik apa, makan di mana, juga beli tiket atraksinya sekalian. Ga hanya di dalam negeri, di luarpun klu mau ke tempat wisata, sebaiknya beli tiketnya online aja, lebih mudah dan cepat, bahkan klu lagi beruntung bisa dapet promo promo ciamik soro.
6. Dolar Singapore
Iniiiiiii, penting bangetttt berikutnyaaa. Ya kali di SIN mo belanja pake rupiah kaaannn. Sebaiknya sebelum berangkat, sudah tukar dolar SIN dengan jumlah yang cukup. Sebisanya jangan tukar saat di bandara, karena biasanya lebih mahal dan sedikit pilihannya. Enakan tukar di mall atau di money changer mana gitu biar dapet lebih banyak dolarnya.
7. SIN Tourist Pass (STP)/ Ez Link
Kartu e-money ini wajib kalian beli jika selama di SIN akan menggunakan transportasi umum seperti MRT/ LRT/ Bus. Mau STP/ Ez Link? Klu yang ini tergantung kebutuhan kalian selama di SIN. Mau keliling SIN, atau cuma mau ke tempat wisata tertentu? Kalau memang mau city tour, bisa pilih STP biar bisa sepuasnya. Klu endak, beli Ez Link aja, trus top up sekalian sekitar S$5-10, itu udah sip banget, karena tarif sekali naik MRT/ Bus antara S$1-2 aja. Harga STP sekitar S$38 (city tour sekitar S$35), sedangkan Ez Link S$10 dengan saldo S$5. Kebayangkan sudah harus pilih yang mana?
Di atas adalah peta jalur MRT dan di stasiun MRT mana kalian bisa turun untuk ke tempat tempat wisata di SIN, peta ini kudapat dari brosur The Official Map of Singapore yang disediakan di sebelah kiri, di samping meja pengisian Immigration Card sebelum masuk imigrasi di Terminal 1 Changi.
Bisa kalian lihat, di situ ada jalur berwarna warni (hijau, merah, orange, biru, dan ungu). Di poin 3, aku sempat menyinggung masalah memilih penginapan di dekat jalur hijau jika selama di SIN kalian mau berkunjung ke tempat wisata yang tersedia. Jadi, semua tempat wisata yang terbuka untuk umum itu, ada di dekat jalur hijau, jika penginapan kalian ada di dekat jalur hijau juga, maka itu akan sangat menghemat waktu dan energi karena ga perlu berpindah jalur di stasiun MRT Interchange, yang jalannya lebih jauuuhh ples kudu naik turun ekskalator dulu.
Untuk jalur bus, menurutku agak lebih rumit dipelajari dibanding MRT. Masukan untuk kalian yang mau naik bis di SIN, sebaiknya gunakan google map. Seperti di bawah ini:
Masukkan tujuan di map, lalu bisa kalian pilih yang gambar kereta untuk melihat transportasi umum apa aja yang bisa kalian gunakan. Biasanya jalur MRT akan lebih direkomendasikan karena dari segi waktu tempuh lebih cepat. Tapi klu mau nyobain naik bus, bisa lihat aja di bagian "more by bus". Di situ kalian bisa lihat musti ke halte mana, dan naik bus nomer berapa, klik aja di bagian itu.
Setelah diklik, akan muncul panduan "directionnya", tinggal ikutin aja, mudahkan. Oya, klu naik bus di SIN, masuklah dari pintu depan dekat supir, tap kartu di tempatnya, lalu silakan duduk. Bus di SIN hanya akan berhenti di halte, jadi 1 halte sebelum tujuanmu, sebaiknya segera bersiap-siap, jika duduk di atas, segeralah turun mendekat pintu keluar. Saat akan keluar, tap kartumu lalu keluarlah dengan tenang, karena supir bus akan sabar menanti sampai semua penumpang turun/ naik.
Nah sudah makin kebayangkan nantinya harus kemana-kemananya? 😊
8. Pakaian & Perlengkapan Pribadi
Di SIN itu ga jauh beda sama di Indonesia, sama sama panasnya klu dibanding dengan Surabaya, nyaris ga ada angin, klu kubilang "westala, panas panas, sumuk sisan ganok angine, adhem e nak nang nggon sing enek AC ne". Jadiiiii, bawalah baju yang nyaman dan menyerap keringat, lupakan jaket tebal, kecuali klu kalian termasuk orang yang ga tahan dengan dinginnya AC.
Karena di SIN mayoritas kemana-mana pasti jalan kaki, pastikan membawa/ memakai alas kaki yang nyaman buat jalan. Lupakan wedges apalagi high heels, mending pakai sneakers/ sendal gunung, klu aku siy pastinya pilih pakai Sk*ch*rs, nyamannya di kaki ga berasa pegel sama sekali meskipun jalan jauh.
Jika ke SIN saat musim penghujan, bawa payung lipat di tas/ jas hujan buat jaga-jaga. Alat mandi juga harus dibawa yaa, meskipun disediakan di hotel, pasti masih enakan yang dibawa sendiri dari rumah. Bagi muslim/ muslimah, bawa juga alat shalat yaa. Dan satu lagi, kami juga membawa Vitamin C hisap untuk menjaga supaya badan tetap fit.
9. Botol Minuman
WAJIB BAWA, asli! Emang seenak-enaknya negeri orang, lebih enak negeri sendiri, salah satunya ya masalah air ini. Air minum di SIN itu mehong ciiinnn, 1,5 liter aja beli di Sevel sekitar S$2.5, di Indonesia udah dapet segalon tuh. Jadi mending bawa botol minum kemana-mana. Tenang saja, di SIN ada beberapa tempat yang bisa buat ngisi air minum gratis/ minum langsung dari kran air. Di Changi, USS, Mall besar, Masjid Sultan, dan beberapa tempat lainnya, biasanya letaknya di dekat toilet/ tempat strategis lainnya.
10. Kamera
Kami membawa kamera mirrorless, action cam, gimbal, dan gorillapod. Apa yang sering dipakai? Ternyata yang paling sering dipakai adalah kamera HP saudaraaaa. Kecuali beberapa spot memakai mirrorless dengan bantuan gorillapod. Gimbal dipakai sekali, sedangkan action cam istirahat manis di tempatnya.
Last but not least, selama di SIN pastikan untuk tidak buang sampah sembarangan yaa, dendanya warbiyasak. Lagian bakalan malu klu sampe buang sampah sembarangan, karena SIN itu bersihnya emang juaraaaaa. Semoga di Indonesia juga segera seperti itu, klu hal baik kan harusnya ditiru yaaa, ambil baiknya, buang jeleknya.
Liburan semesteran kali ini, kami memutuskan untuk melakukan perjalanan ke barat, tapi bukan buat nyari kitab suci kayak Sun Go Kong si Kera Sakti itu. Kami ke barat, mau ke planet Bekasi, mo sowan ke kakak kandungku satu-satunya di dunia ini. Sejak awal tercetus rencana itu, sudah pingin lewat jalur darat aja, itung-itung nostalgia tour de Jawa kayak tahun 2015 silam, saat kami mobilan dari Lampung sampe Surabaya. Bedanya, klu dulu belum ada tol trans Jawa seperti sekarang, dan kami mampir-mampir, mulai dari Purwokerto (Baturraden), Wonosobo (Dieng), Semarang (rumah adek), Blora (rumah mertua), baru balik kandang di Banana City. Daaaannn, anaknya masih 1, mas VaRo aja, adek belum release. 😄
Kali ini, kami jalan langsung ga pake acara mampir-mampir. Akhirnya bisa merasakan seperti cerita teman-teman yang mudik/ balik dari/ ke Jabodetabek lewat tol. Total waktu tempuh di luar istirahat sekitar 9 jam-an. Siang berangkat, malem nyampe. Saat berangkat, kami istirahat 2 kali di Semarang dan km.560, sebenere mau cari rest area yang merupakan mantan pabrik gula itu, tapi berhubung waktunya ga pas ya sudahlah, bisa lain kali. Pas pulangnya juga istirahat 2 kali, tapi lupa itu km berapa, qiqiqiqiqi, sebelum Semarang pokoknya. 😆
Anak-anak alhamdulillaah enjoy selama perjalanan. Di jok tengah digelarin kasur angin khusus mobil itu. Mereka bisa bebas mau duduk/ tiduran. Si adek seneng banget bisa bolak balik depan belakang. 😂
Klu yang jalan sekeluarga emang lebih hemat bangett pakai jalur darat ya. Uang tol PP + bensin PP klu dibeliin buat tiket pesawat sekeluarga buat sekali jalan aja ga cukup. Belum lain-lainnya. 😂
Untuk sekali jalan, uang tolnya ga sampe 700rb, bensin juga segituan habisnya, ini rincian uang tol-nya:
Waru Gunung - Semarang 331.000
Kali Kangkung - Palimanan 212.500
Palimanan - Cikampek 117.000
Cikampek - Bekasi Timur 15.000
Satu lagi keistimewaan dari perjalanan 750-an km kali ini adalah untuk pertama kalinya, dek Kama jalan jauuuhhh tanpa diapers. Alhamdulillaah, pinter banget, klu pas di rest area mau pee ketika dia kebelet. Klu endak, ya ga mau dia, Mamanya yakin dan percaya ajalah, adek pasti bisa. Terbukti adek emang jempolan, selama perjalanan dan di tempat wisata, urusan toilet aman terkendali. 👍
Ngebolang sama balita itu harus memprioritaskan kenyamanan dan menjaga moodnya tetap baik, supaya ga ruwet selama di perjalanan. Daaaannn, es krim adalah mood booster terbaik buat adek. Klu makanannya, menu ayam/ udang akan lebih aman untuknya. Sementara minuman yang paling dicoret sama Mama selama di jalan adalah teh. Kenapa? Karena teh bikin adek beser. Pusing kan klu bentar bentar minta pee. 😂
Selama di mobil, minuman yang diperbolehkan hanya air putih/ minuman isotonik. Susu juga dicoret, karena bisa bikin perut mual. Klu jajanan boleh boleh aja, kecuali kacang karena takut kesedak, dan klu bisa dihindari siy yang menyisakan banyak remah remah. Tapi klu ga bisa ya pasrah ajalah, nti sampe rumah tinggal di-vacuum mobilnya biar bersih lagi. Klu adek nyaman dan moodnya bagus, in syaa Allaah semua akan baik-baik aja tanpa keruwetan yang berarti. Oh yaaa, satu lagi, mainannya jangan lupa. Bawa aja yang lagi digandrungi. 😎 Mmmmm, klu ditanyain, mau ga diajakin ke barat lagi lewat tol trans Jawa? Mau mau ajalah, cepet ini, yang penting pastikan kondisi mobil prima, saldo etoll cukup, bahan bakar full tank, supirnya kondisi prima dan ga ngantuk, anak-anak children aman terkendali. 🥰
Buat teman-teman yang lagi otewe, fii amanillaah, semoga lancar sehat selamat sampai tujuan masing-masing. Buat teman-teman yang di rumah aja, tak kancani, akupun udah sampai di rumah tercuintah lagi semalem. 😄
Selain ngajakin adek ketemu Dino, kami juga ngajakin adek ketemu sama Fish, karena adek juga salah satu fans berat Baby Shark dudududududu. Jadilah di hari kedua, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Seaworld Ancol. Yeaaayyyy!!! 😎
Saat kami masih di tol, hujan super deras mengguyur Ibu Kota. Dalam hati terus berdoa, semoga sampai di Ancol hujannya sudah reda. Entah mengapa yang namanya libur semesteran anak-anak ini selalu bertepatan dengan musim hujan, jadinya klu jalan-jalan harus kenceng doanya, semoga pas di tempat tujuan wisata kami, sudah ga ujan lagi, supaya bisa lebih menikmati semuanya. Klu hujan kan enaknya kruntelan di rumah aja. 😂
Alhamdulillaah, saat masuk ke kawasan Ancol, hujan sudah reda, menyisakan aroma hujan yang menenangkan. Kamipun berputar putar mencari tempat parkir terdekat dengan Seaworld, tapi nampaknya banyak orang yang memutuskan berlibur ke kawasan Ancol, jadinya parkiran yang paling dekat Seaworld penuh. Akhirnya kami diturunkan di depan pintu masuk, sementara Bapak Daddy KamaRo mencari parkiran buat si Oyen. 😄
Ketika kami melewati loket pembelian tiket tunai, berasa lagi melihat orang antri sembako, panjaaaanggggg pakai banget. Di situlah kami bersyukur karena sudah membeli tiket secara online, jadi bisa langsung masuk ke dalam. 🥰
Di dalam Seaworld, ramenya juga ga ketulungan, mungkin karena saat kami berkunjung adalah tanggal merah di tengah libur anak sekolah, mantabs. Dimulai dari melihat beberapa ikan pari di sayap kiri, lalu ke aquarium piranha, trus ke aquarium mobil (mobil yang disulap jadi aquarium), trus ke touch pool buat membelai anakan hiu. Acara membelai diteruskan ke kolam kura-kura, lanjut ke koleksi perairan laut dalam, ubur-ubur, daaann ditutup dengan masuk ke terowongan aquarium raksasa. Kami memilih berada di atas travelator, jadi ga perlu jalan, tinggal berdiri dan menikmati pemandangan ikan-ikan yang berenang ke sana ke mari dengan santainya. 🐡🐠🐟🐬🐳🐋🦈
Keluar dari terowongan, ada keramaian yang sepertinya dikarenakan adanya suatu atraksi, tapi kami udah ga semangat lihatnya, karena banyak sekali orang berjubel, udah gerah duluan. Akhirnya kami memutuskan keluar dari Seaworld melewati toko souvenir yang di setiap tempat wisata pasti harus dilewati klu mau keluar, cerdas bangettt deh pokoknya penempatannya, membuat orang orang yang masih dipenuhi euforia wisatanya bersemangat buat berbelanja cendera mata untuk kenang-kenangan. 😍
Saat keluar dari gedung Seaworld, kami berpapasan dengan petugas wanita yang sedang menggendong seorang anak kecil yang menangis sambil terus memanggil "Bundaaa.. Bundaa..". Ternyata anak kecil yang kuperkirakan masih berusia 3-4 tahunan itu terpisah dari orang tuanya, hiks, hatiku mencelos mengetahuinya, nyesek banget rasanya. Semoga lekas bertemu dengan Bundamu ya, dek. Trus klu udah ketemu, mainnya jangan jauh-jauh dari Bunda, karena di tempat umum begini, ramainya bukan kepalang. 🤦♀
Setelah puas pepotoan di depan gedung Seaworld, kami menemukan ada bungee trampolin yang begitu memikat. Setelah beberapa saat melihat-lihat, akhirnya Bapak Daddy KamaRo membeli 2 tiket bungee trampolin buat Awa sama Kakak Bee. Seru bangeeeetttttt, melihatnya aja ikutan jejeritan sambil ketawa tawa, apalagi saat Awa dan Kakak Bee ditarik maksimum ke bawah, lalu dilepas ke angkasa, WOW, sampai merah padam wajah mereka. Aaaahhh, rasanya pingin ikutan juga, tapi kostumnya kurang mendukung, akhirnya puas melihat keseruan mereka aja. 😎
Klu Awa dan Kakak Bee seseruan main bungee trampolin, denayu Kamania seru banget jejogetan di halaman Seaworld sambil mengikuti gebukan drum dari band yang sedang perform menghibur pengunjung. Alhamdulillaah semua gembira dan senang, senyumpun merekah menandakan hati yang bahagia. 🥰
Setelah berjalan beberapa ratus meter, kami sampai di tempat Oyen diparkir, tepatnya di dekat gerbang pasar seni. Kami sempetinlah pepotoan sama si ondel-ondel, mumpung ketemukaaann. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Mall Ancol, buat isi perut, menunaikan kewajiban, daaann menutup acara ngebolang kali ini dengan menikmati pantai Ancol di sebelah mall, yang berhamparkan pasir putih hasil reklamasi sepertinya. Maa syaa Allaah nikmatnyaaa, menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta itu seperti me-recharge batere, menyuntikkan semangat, dan mengisi tangki cinta sampai full tank. Maka nikmat Tuhan manalagi yang kan kudustakan? 🤲
Semenjak tercetus rencana mau liburan di rumah pakdhenya anak-anak, Mammi sudah niat ingsun pingin ngajakin lihat Dino di TMII, karena si adek itu lagi gandrung sama yang berbau bau Dino, jadi mumpung ke arah sana, sekalian aja. 🥰
Sebuah catatan untuk para pembaca blogku yang budiman, jika ingin pergi ke tempat wisata di saat peak seasson macam libur nasional ataupun liburan anak sekolah, sebaiknya beli tiketnya lewat online aja, supaya di TKP bisa langsung scan tiket dan masuk tanpa harus mengular untuk antri beli tunai. Meskipun kadang ada selisih antara online dan tunai, tapi worth it jika dibanding kemudahan yang didapatkan, setidaknya hemat tenaga buat ngantri tadi itu. 😂
Petualangan Dinosaurus ini adalah salah satu wahana di dalam Taman Legenda TMII. Untuk ke Petualangan Dino ini aja, HTM nya Rp.30.000,-. Kalau mau semua, HTM all in Rp.150.000,- untuk peak seasson seperti sekarang. Alhamdulillaahnya, pas kami kemarin pas ada diskon 50% untuk tiket all in, jadi yaa sekalian aja biar puaaassss. 😍
Adek yang awalnya semangat 45 pingin segera masuk, begitu masuk dan disambut sama si pohon yang bisa bicara itu langsung histeris ketakutan, qiqiiqiqiqi. Pas di gerbang Petualangan Dino, dia happy lagi lihat "Dino Bird" yang bergelantungan. Mamminya udah mulai senyum juga, membayangkan di dalam bakalan heboh ini anak teriak teriak manggilin Dino atau niruin suaranya. 🤭
Ternyata, kenyataan tak selalu seindah harapan. Dino pertama yang kami temui menyemburkan air ke arah jalanan yang dilalui oleh pengunjung. Kami ga kesemprot siy, karena kebetulan yang di depan kami udah histeris duluan karena kena semburan air. Jadi kami berhenti dulu buat memperhatikan pola semburannya, qiqiqiqiiq, kan ceritanya ga mau basah kuyub padahal baru mulai jalan. Nah, kehisterisan orang-orang itu yang ternyata membuat adek mengkeret maksimal. Langsung pegangan erat, ga mau turun, ga mau ditaruh stroller, pokoknya nemplok kayak cicak, kenceeenggg. 🤣
Dan itu berlanjut ke pertemuan dengan Dino Dino selanjutnya yang memang secara penampilannya besar - bisa bergerak gerak - bisa bersuara, pokoknya meyakinkan bangettt, bahkan saat berhenti mau ngabadikan moment bersama makhluk purba itu, dia nangis jejeritan. Maa syaa Allaah. Akhirnya pupus sudah keinginan Mammi mau rekam rekam deh, Nduk. Alhamdulillaahnya makin lama makin kondusif meskipun tetep harus jaga jarak, ga mau terlalu deket sama si Dino Dino itu. Cuma berani nyapa Dino Bird, karena kan digantungin di atas pohon, jadi masuk jarak aman menurut adek. 😅
Selesai berpetualang dengan Dino, kami menuju area bermain dan edukasi. Setelah naik komidi putar bareng-bareng, rombongan terbagi menjadi 2. Pakdhe Budhe ngemong Awa sama Kakak Bee buat naik wahana yang mereka sukai (mini roller coaster Ulat Selur sama ATV), sementara Mammi dan Daddy ngemong denayu buat ngasih makan kelinci, sapi mini, alpaka, marmut, kambing, lalu naik andong. Terakhir kami bertemu lagi di mushalla buat menunaikan kewajiban dan juga membiarkan nak kanak bermain bubble, lalu bareng-bareng naik bianglala Mata Legenda (kecuali budhe yang memilih nungguin stroller di bawah). Seruuuuuu melihat sekeliling dari atas. 😎
Turun dari bianglala, pas mau jalan balik karena udah laper, eh aku dipanggil sama seseorang. Sempat tertegun sejenak berusaha memanggil memory di otak. Sampai akhirnya ngeh klu itu salah satu temenkuuuu, sesama lulusan SMK Telkom meskipun beda cabang, sama sama kerja di salah satu BUMN yang sama sebelum aku resign, dan sama sama punya hubungan erat dengan Kota Ngawi (mertuanya di Ngawi, klu aku ya keluarga besarku emang di Ngawi). Sebenernya bukan sekali dua kali kami pernah berusaha nyocokin waktu buat ketemuan, qadarullaah kok ya gagal terus, malah secara tak terduga ketemu di tempat yang ga diprediksi sama sekali. Maa syaa Allaah tabarakallaah, manusia memang hanya bisa berusaha dan berdoa, hasilnya adalah mutlak kuasaNya dan yang pasti terbaik buat makhlukNya. Seneeeenggg banget akhirnya bisa ketemuan, meskipun cuma beberapa saat aja, semoga next time bisa ketemuan lagi dalam suasana yang lebih kondusif, biar bisa ngobrol cantik sambil duduk manis menikmati cemilan cepuluh cebelas, aamiin YRA. 🤲
Berpisah dari temanku itu, kamipun bergegas keluar dari TMII mo nyari makan siang. Alhamdulillaah, pengalaman pertama berpetualang dengan Dino yang mengesankan. Bahkan adek tak henti cerita klu dia takut sama Dino, aarrgghhh. 😂
Klu ditanya mau ke TMII lagi? Ya jelas maulah, 2 kali ke TMII baru sempat naik gondola, ke PP Iptek, Istana Boneka, sama Taman Legenda aja, eh sama beberapa rumah adat. Padal masih luaaassss TMII itu. 🥰
Week end kemarin ada acara di Prigen, dan seperti biasanya, menginap di hotel favorit, Surya Hotel & Cottage Prigen. Kali ini, kami berkesempatan merasakan cottage-nya. Asli enak dan nyaman bangettt, parkir mobil juga bisa di depan pintu ruangan. Palingan klu mau sarapan aja kudu jalan agak jauhan, dibanding jika menginapnya di kamar. 😄
Pas sorenya, bersama ibu-ibu lainnya (karena bapak-bapaknya pada main "nekeran"), pingin nyobain ke wisata baru yang lagi soft launching di deket hotel, yaitu Cimory Prigen. Tapi sebelum itu, nyempetin naik kuda yang banyak tersedia di seberang hotel. Adek sama Mama, sementara Awa sendirian. Kami mengelilingi sekitar 1 blok jalan. Seru bangetttt, dan bikin keder kaki, soalnya jalanannya ga rata-rata aja, tapi ada turunan dan tanjakan yang lumayan menaikkan adrenalin Emak, apalagi sambil megangin bocah di depan, whuaaaahhhhh. Warbiyasaaaaak. 😂
Sedikit cerita di Cimory yang baru buka, ramenyaaaaa maa syaa Allaah. Yang namanya parkiran sampe luber ke jalan-jalan, bikin maceettt. Akhirnya sama pak supir yang sedang bekerja, kami diturunkan ga jauh dari Cimory, mending jalan kaki aja lebih cepet nyampenya, nti klu mau pulang dijemput lagi. Daaan sepanjang jalan mau masuk area Cimory ituuu, baunyaaa kampas rem yang begitu menyengat. Yaa gimana yaa, daerah Prigen kan emang menanjak gitu, macet pisan, jadilah hidung terkontaminasi bau-bauan yang jauh dari kata sedap. 🤭
Begitu masuk bangunan utama langsung pingin duduk aja bawaannya, pusing lihat orang berseliweran hilir mudik dengan pola acak. Nengok area wisatanya di bawah kayak lihat cendol, kemriyek. Lihat tempat belanjanya, ga jauh beda. Lihat antrian beli tiket masuk, sebelas dua belas. Hilang minat explore sudah. Waktu Ibu-Ibu ngajakin belanja, aku undur diri, jalan-jalan sendiri aja lihat sekeliling, trus ngetem di depan tempat belanja sambil menikmati es krim cone aja. Lebih aman dan pasti KamaRo happy, dibanding diajakin antri bayar belanjaan. 😅
Begitulah pengalaman pertama kami ke Cimory, hanya lihat-lihat, foto sama patung sapi, trus duduk manis makan es krim, dan pulang sambil bawa sosis bakar. Mungkin karena baru launching dan tiket masuknya cuma Rp.20.000,- ples lagi masa liburan sekolah, jadi menyedot begitu banyak orang. 😬
Klu ditanya, mau ke Cimory lagi? Jawabannya, MAU, soalnya kan belum sempat explore. 😂
Kali ini, KamaRo mencoba main di Happy Kiddy yang ada di Cito Surabaya. Meskipun sudah ngelewatin berkali-kali siy klu pas belanja di salah satu gerai di situ, tapi baru kali ini beneran diniatin buat main aja. Seperti playground sebelah, di sini juga anak diwajibkan memakai kaos kaki, klu pas ga bawa bisa beli di tempat juga. Kemarin berdua itu klu ga salah jadinya Rp.100.000,- sekalian daftar jadi member, untuk selanjutnya nanti, per anak Rp.35.000,- aja sekali main dengan durasi sak mblokek e, alias seeeepuuuaaasssnyaaaa. 😂
Peraturan berikutnya, anak di bawah 14 tahun, harus didampingi oleh orang dewasa. Jadilah tempat bermain anak itu sekaligus buat "tempat bermain" bagi ortunya, yang yakin seyakin-yakinnya, di jaman kecilnya belum ada mainan seperti ini, termasuk aku. 😅
Happy Kiddy areanya emang ga seluas dan sekumplit playground sebelah, tapi yaa lumayanlah untuk ukuran tiket masuk segitu. Area mandi bolanya besar, perosotannya juga seruuuu, aku aja demen ngintilin Kama kemana-mana, sekalian kaann, ikutan main. Trampolinnya juga gedhe, disenengin sama KamaRo, trus ada mainan pasir kinetik, balok balok raksasa, prosotan mini, panggung panggungan, beberapa mobil-mobilan, daaaannn ini niy gongnya, ada flying foxnya juga. Alamaaaakkk, ini maknya mupeng beraaattt, secara seumur-umur belum pernah naik flying fox. Qiqiqiqiqiiq, aduh maakk maaakk, kasiannyaaa.. 🤣
Klu ditanyain, mau main di sini lagi? Jawabannya sudah pasti YES. 🥰
Kemarin, untuk pertama kalinya adek diajak ke Taman Flora Surabaya. Fyi, di Surabaya ada beberapa taman yang bisa dikunjungi untuk refreshing sambil menghirup udara segar dan menikmati waktu bersama orang-orang terkasih. Taman Flora adalah salah satu yang jadi favorit, karena di situ ada beberapa rusa tutul dan rusa tidak bertutul, dan beberapa aneka burung serta kura-kura yang dipelihara. Itu adalah daya tarik utama bagi anak-anak. Kalau mau, bisa bawa perbekalan untuk memberi mereka makan dari rumah, seperti kami yang biasanya sudah membawa wortel dari rumah. Tapi jika tidak sempat bawa apapun juga tak mengapa, karena di dekat pintu masuk taman, ada beberapa penjual kacang panjang yang bisa juga digunakan untuk memberi makan rusa-rusa cantik itu. 🥰
Adek Kama sudah pasti gembira bukan main, semangat sekali ngasih makan rusa-rusa, meskipun awalnya masih takut takut gimanaaa gitu, tapi lama-lama asyik juga. Setelah puas memberi makan rusa alias sudah habis bekal wortelnya, kami menuju area playground yang ada di sebelah mushalla. Kami bergantian untuk menjaga adek dan shalat, jadi si adek tetep bisa menyalurkan energinya yang seperti tiada habisnya itu. 🤣
Taman ini dulunya bernama Kebun Bibit Bratang, sekarang sudah berganti nama menjadi Taman Flora yang lumayan kumplit isinya, mulai kebun binatang mini dan area bermain anak, sampai kolam buatan, jalur refleksi, air mancur, perpustakaan gratis, broadband learning center sebagai pusat pembelajaran teknologi gratis, techno park yang dilengkapi wifi, hingga alat olahraga outdoor ala-ala. Cocok sekali untuk ngajak anak bermain dengan budget murah meriah, karena tidak perlu biaya masuk, dan buka dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Palingan cuma kena pajak anak beli mainan/ jajanan aja di sekitar pintu masuk. Seperti kami saat pulang kemarin, dek Kama majekin mainan tikus-tikusan yang bisa jalan dengan bantuan tongkat bambu, lalu mas VaRo yang kepincut sama kapal otog-otog yang sudah ada sejak jaman Mamanya ini masih bocah. 😂
Kamu, sudah pernah ke Taman Flora belum? Klu belum, kalian harus nyobain berkunjung ke sana yaa. 😊
Ceritanya kami habis ambil raport mas VaRo mid semester 1, trus pingin lanjut ngepantai yang deket aja, yang ga perlu pakai acara nginep, akhirnya kami ke Camplong deh seperti biasa. Dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam, kami sudah bisa keceh di pantai. Kenapa sesuka itu ke Camplong? Yaaa, karena secara jarak, paling dekat dengan rumah, jalannya juga relatif enak, ga pakai acara meliuk kanan kiri yang gimana gimana, lurus lurus aja. Trus pantainya landai nyaris tak berombak, ada lintasan air di tengah pasir pantainya, jadi klu bawa balita, dilepas aja in syaa Allaah aman, ga kuatir seperti klu ngepantai di selatan Jawa yang ombaknya maa syaa Allaah. 😄
Bagi adek, ini adalah pertama kalinya ke Camplong. Sebelumnya dia masih di dalam perut, buat maternity shoot ala ala Keyza Family, cek di sini deh buat ceritanya. Saat di perjalanan, adek bobok, jadi pas nyampe pantai seperti batere abis di-charge, full. Udah gitu ketemu sama kambing yang lagi digembala, ga ada takut-takutnya, malah ngedeketin, pas mau mandi habis ngepantai malah sempat ngasih makan segala, padal udah kedinginan basah kuyup, bener-bener deh. 😅
Awalnya masih manis-manis manja, masih pakai jilbab, jalan aja ke sana ke mari. Ga pakai lama, dilepas deh jilbabnya, sendalnya, langsung ndelosor mainan air dengan riang gembira. Sambil disuapin makan siang karena di jalan tadi dia pules boboknya juga tetep asyik mainan, lancaaaaarrrr pokoknya. 🥰
Setelah 2 jam lebih mainan air, akhirnya kami harus segera mandi dan balik ke rumah lagi. Alhamdulillaah di Camplong ini kamar mandinya lumayan bersih, ada juga masjidnya, bahkan hotel di pinggir pantai. Jadi klu misalnya mau menginap juga bisa, seperti kami saat maternity shoot ala-ala itu, qiqiiqiqi, maklumlaah, bumil ga boleh kecapekan kaaaann. 😍
Menghabiskan waktu dengan keluarga tercinta, tertawa sambil menikmati angin yang lumayan kenceng, foto foto, ditemani buah degan segar utuh tanpa campuran apapun, adalah surga dunia, priceless, maa syaa Allaah walhamdulillaah. Klu ala artis, namanya short escape getaway kali ya. 😂
Well, Camplong emang selalu di hati, see u next time.. 😎
Beberapa waktu lalu ada seorang kawan yang menanyakan tentang hal ini, nah daripada disimpan sendiri, maka aku tulis juga aja di blog tercintah ini, siapa tau ada yang memerlukan juga.
1. Wisma PKPRI
Jl. Kalimantan No.30, Sananwetan, Kec. Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur 66137
(0342) 4559046 https://g.co/kgs/aWkfCL
2. Patria Garden Hotel
Jl. Batanghari Barat No.1, Sukorejo, Kec. Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur 66121
(0342) 807222 https://g.co/kgs/XNp5tz
3. Airy Alun Alun Mastrip 56 Blitar
Jl. Mastrip No.56, Kepanjen Kidul, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66111
0804 111 2479 https://g.co/kgs/EtYLr9
Kenapa hanya 3 itu yang aku tuliskan? Karena dari sekian banyak homestay dan sejenisnya, itulah yang paling sering direkomendasikan. Semoga bermanfaat yaa..
Waktu mudik, dikasih tau sama Ibuk Bapak klu sedang ada Festival Jerami #2 di Banjarejo, ga jauh dari rumah. Duluuu, waktu festival yang pertama belum sempat lihat, makanya kali ini disempatkan, mumpung masih sempat, karena sebentar lagi juga akan selesai dan kamipun akan balik lagi ke rumah. 😊
Sabtu sore, kamipun berangkat ke Banjarejo dengan panduan aplikasi, karena si adek yang ikut, juga ga ngerti tempatnya. Setelah kurang lebih 30 menit, dengan manut aplikasi ples nanya penduduk sekitar karena makin lama makin sepi jalannya, akhirnya kami sampai juga. Festival ini diadakan di tanah lapang di sekitar Balai Desa Banjarejo. Ramainyaaaaa maa syaa Allaah, setelah memarkirkan mobil di halaman sekolah dasar yang ada di seberang balai desa, kamipun masuk ke area festival. 🥰
Awalnya masih biasa saja, karena di depan dan samping balai desa digunakan para pengunjung untuk istirahat dan ada beberapa stan penjual cemilan gitu, jadinya ramai hilir mudik. Lalu kami melewati gerbang yang mirip dengan gerbang candi Ratu Boko yang terkenal itu, lalu sampailah di tanah lapang yang sudah disulap menjadi tempat mejeng aneka hewan yang terbuat dari jerami dengan ukuran jumbo. Hanya ada satu kata, terpesona. 😍
Kamipun menikmati aneka seni instalasi jerami itu satu persatu, sambil jeprat jepret mengabadikan moment, di antara ramainya pengunjung. Sungguh pengalaman pertama yang mengesankan. Kamu, sudah pernah pergi ke Festival Jerami belum? Tahun depan sempatin yaa, ga nyesel deh lihatnya. 😊
Tempat Pelelangan Ikan Juanda alias TPI Juanda adalah jujugan favorit kami saat ingin menikmati menu ikan laut segar. Banyak sekali pilihan ikannya dengan harga yang sangat terjangkau dan kondisi ikan yang belum lama turun dari kapal nelayan, membuat kualitas ikan terjaga dengan baik, in syaa Allaah. 😊
Biasanya kami beli ikan untuk dibakar, seperti mubara atau baronang, minta dibersihkan dan disiapkan sekalian, jadi di rumah tinggal eksekusi aja. Atau klu lagi males masak sendiri, kami minta masakkan ke warung makan di sebelah TPI, tinggal bilang mau dimasakin jadi apa, trus bayar jasa memasaknya. Pernah waktu itu kami beli lobster trus minta dimasakin asam manis, sama mubara minta dibakarin. Nyaaammm, sampai rumah tinggal makan aja. Enyaaaakkkk. 🥰
Kali ini kami membeli banyak ikan untuk acara di rumah besok. Sambelan aja menunya, jadi kami beli ikan ekor kuning sama kakap untuk digoreng. Sengaja kami bawa container box dari rumah, supaya di mobil aman terkendali. Lalu kami membeli es batu di sekitaran TPI juga untuk menjaga ikan supaya tetap segar, karena baru akan diolah besoknya. 😊
Oya, berhubung TPI ini letaknya ga jauh dari Bandara Juanda, jadi nyaris tiap 5 menit terdengar raungan pesawat yang sedang proses take off. Adek seneng bangettt lihatin pesawat yang mulai meninggi. Selain melihat pesawat, tentunya juga melihat perahu nelayan yang berjajar jajar berwarna warni, lihat ikan gelodok yang berjalan kesana kesini, dan juga kerang yang berserakan, yang beberapa masih ada isinya. 😊
Pesan untuk yang mau ke TPI, usahakan untuk tidak kebelet, karena toiletnya cuma 1 dan itupun dikunci, ga tau siapa yang bawa kuncinya. Perhatikan langkah juga saat berjalan menyusuri los penjual ikan, karena di beberapa tempat agak becek gitu deh. 😄
Sudah pernah ke TPI juga? Yuukk makan ikaaannn.. 🤤
Merdekaaa...!!!
Abaikan judulnya yang sok me-Londo. Anggap saja sebagai pengingat di bulan kemerdakaan negara kita ini, bahwa dulunya kita pernah di"rawat" sama negara yang bahasanya kujadikan judul postingan di atas. -case closed- 🤭
Sekarang mending aku cerita aja tentang polah nak-kanakku tercintah yaa 🥰
Tentang Adek
Duluuuu, sewaktu belum punya anak, aku pernah berujar, pingin punya anak yang aktif tapi manut klu dikasih tau. Lalu lahirlah mas VaRo, yang ternyata lumayan anteng. Disusul dengan adek Kama, yang sepertinya merupakan jawaban dari ujaranku itu. 😄
Suatu malam, adek yang sudah terbiasa naik turun kursi di meja makan, tetiba mencoba hal baru, yaitu memasukkan kepalanya ke lubang di sandaran kursi kayu. Ya Allaah, sempat kepikiran mau ngegraji itu kursi, alhamdulillaah ga sampe kejadian, dengan kerjasama Bapak dan Mama, kepala adek bisa keluar juga. 😂
Lain waktu, saat ditinggal Mama nyiapin buat mandinya, dia yang duduk manis di tangga, melumuri kaki dan tangannya dengan minyak kayu putih, sampe ke tangganya sekalian, merata. 😂
Selain itu, udah ga kehitung manjat kursi lalu naik meja makan/ meja tamu trus joged joged berasa di panggung, atau manjat kursi lalu duduk di meja belajar mas VaRo, mberantakin tatanan sampai yang punya meja kadang emosi jiwa. 😂
Duluuuu, sebelum dek Kama terlahir ke dunia, aku juga suka nggumun klu ketemu anak yang ngambek sampe dlosoran. Karena mas VaRo ga pernah kayak begitu. Begitu dek Kama lahir, ternyata dikasih kesempatan sama Allaah merasakan punya anak yang klu ngambek langsung ndlosor tiduran ga pake lihat tempat. 😅
Trus trus, apa yang kulakukan? Yaa dibiarin dulu beberapa saat. Klu udah ga nolak, baru diangkat digendong. Biasanya ga bertahan lama juga ngambek/ nangisnya. Karena dia tau percuma mo nangis juga, klu tidak ya tetep tidak. 😌
Oya, adek sekarang makin ceriwis. Udah paham paham klu diajak komunikasi, meskipun ngomongnya belum was wes wos, kadang jelas kadang pakai bahasa planet, kadang juga sudah menyambung 2 kata. Kosakata yang sering disebut: bapak, papi, mama, mommy, mas, awa (mas/ kura-kura), afyu (i love you), nene (nenen), maem, mimik, pipis, habis, duduk, weyu (where are you), nyami (nyummi), bebi (baby), fish (ikan), wow, iloh (bismillaah, Allaah), lah (alhamdulillaah), ami (aamiin), apel, adek, bobok, ais (ice cream), no (tidak/ ga mau, sambil kedua tangannya dilipet di depan dada), pupu (kupu-kupu), saus (dinosaurus), sii (terima kasih), um (Assalamu'alaykum). Sementara itu yang diinget sama Mamanya. 😍
Lagu yang sering dinyanyikan cicak cicak di dinding (cicak cicak di didi, hap), didi and friends (didi jojo nana), timmy time (titi beekk), burung hantu (uhu uhunya aja), skidamarink (afyu nya aja), sama beberapa lagu sudah mulai menirukan belakang belakangnya aja. 😎
Hobinya memporak porandakan rumah, manjat manjat, joged joged, tepuk tangan, nyandera nenen, intinya membuat hidup Mama semakin berwarna 🤗
Si hampir 2 tahun yang udah bisa loncat ini sungguh kreatif luar biasa. Adaaaa aja idenya buat mainan. Ga habis habis bikin Mama terkejut kejut dibuatnya. 😆
Daaaannn kabar terbarunyaaa, bulan ini udah resmi bergigi 13, gigi taring kanan atasnya udah nongol, yeaaayyy alhamdulillaah. 😍
Pakai demam ga? Alhamdulillaah endak, aman. Pakai drama ga? Nah ini agak susah nyimpulinnya, secara doi sekarang lagi ratu drama, lagi mengembangkan kemampuannya dalam merajuk, qiqiqiqiqiqiqi. 😂
Daftar Hadir Gigi Kamania. 😬
1. Seri kiri atas tengah (28 Ags 2018)
2. Seri kiri bawah tengah (12 Sep 2018)
3. Seri kanan bawah tengah (13 Sep 2018)
4. Seri kanan atas tengah (16 Sep 2018)
5. Seri kiri atas samping (5 Nov 2018)
6. Seri kanan atas samping (3 Jan 2019)
7. Geraham depan atas kanan (14 Mar 2019)
8. Geraham depan atas kiri (14 Mar 2019)
9. Geraham depan bawah kanan (16 Mei 2019)
10. Seri kiri bawah samping (8 Juni 2019)
11. Geraham depan bawah kiri (12 Juni 2019)
12. Seri kanan bawah samping (14 Juli 2019)
13. Taring kanan atas (23 Agustus 2019)
Maa syaa Allaah tabarakallaah, anak shalihahnya Mama emang joozzz. Kita belajar bareng ya Nduk. Afyuuuu 🤗😍
Tentang Mas VaRo
Obrolan berat suatu siang
V: "Mama, aku mau tanya, jawab ya. Mama lebih sayang siapa? Aku atau adek?" 😄
Spontan aku jawab, sama sama sayangnya, sama Mas 100%, Adek 100%, Bapak juga 100%. Hanya wujud sayangnya beda beda. 😍
Klu sama adek, karena masih kecil, sayangnya dengan cara neneni, ngeloni, nyuapin, mandiin, ngegendong. (...dst, kepanjangen klu ditulis semua). Klu sama mas, wujud sayangnya itu, secara bertahap memberi kesempatan untuk mandiri dalam segala hal, untuk bisa memecahkan masalah, nyari solusi. Karena mas VaRo lelaki, yang kelak akan jadi pemimpin. (...dst, kepanjangen klu ditulis semua)
Klu sama Bapak, beda lagi. Bagi wanita, setelah menikah, maka suami adalah jalan tol buat masuk surga. (...dst, kepanjangen klu ditulis semua)
V: Oooo jadi gitu ya Ma.
M: yoi broo, selamanya Mama tetep zheyeng sama kamyuuhh, dont worry be happy. 😘
Lalu si mas dusel dusel deh, trus si adek protes, mas nya diusir disuruh pergi, qiqiqiqiqiqiqi, sabar ya mas yaaa, kamu dulu pas kecil juga sukanya ngusir Bapak klu deket deket Mama. Ga usah iri sama adek. Semua ada waktunya. 😂😂😂
Kecintaan Mama Bapak
Belakangan ini, mulai makin seru dunia perkakak adik an KamaRo kecintaan Mama. 😄
Si adek yang makin seneng ngegodain masnya, dan si ganteng yang kadang mentog kesabarannya ngadepin si cantik. 😅
Sebenernya Mamae kudu ngguyu, tapi ditahan, berusaha ga ikut cawe cawe jika ga diperlukan. Biarlah mereka menikmati proses gesrekan dan kompromi ala mereka. 😏
Karena cinta dan kasih sayang antar saudara kandung itu ga hanya berwujud yang adhem ayem aja, kadang bengkerengan juga tanda sayang. Klu salah satu pergi, pasti dikangenin, meskipun klu ngumpul kayak Tom & Jerry. Nti klu udah gedhe bakal jadi kenangan indah untuk dikenang. 😂
Yang ganteng, sedari kecil sukanya ngasih Mamanya bunga, pelukan, ciuman, bilang Mama cantikku, sampai sekarangpun masih demen ndusel ndusel. Semoga sampai kapanpun tetep romantis sama Mama, ya Le. 😘
Yang cantik itu apalagi, jurus rayuan pulau kelapanya sungguh menggetarkan sanubari. Tetiba cium cium, peluk peluk, sambil bilang Mama afyuuuu. Wah dijamin meleleh Mamaknya ini. Meskipun kadang hal itu dipicu keinginannya untuk dituruti sesuatu. 😂
Yang rukun yaa nak kanak childrennya Mama, saling sayang, saling jaga, saling mengingatkan juga dalam kebaikan dengan cara yang baik. 🤗
Afyuuuu mangewu mangatus kiddos. 😘😘😘
Cerita Idul Adha
Mudik kali ini, kami memilih melakukan perjalanan malam, dengan pertimbangan, relatif sepi (harusnya), dan anak-anak udah pada merem. Jadi Bapaknya bisa fokes nyetir ga banyak drama dari nak wedok terutama. 😂
Kenyataannya, berangkat jam 10 malem, sampe rumah hampir jam 4 pagi. Yang 2 jam semacam pindah parkir karena panjangnya proyek perbaikan jalan di Lamongan (ngecor jalan gaeess, jadi lewatnya gentiaaaann). 😅
Udah gitu, kamera besar ketinggalan lagi. Fyuh. Keingetnya udah di Gresik. Ya kali mo balik lagi. Akhirnya yaa gitu deh, ga ada pepotoan yang gimana-gimana, ini aja yang mayan lengkap pas baru pulang dari shalat Id. Gapapaa, all is well. Yang penting nikmatnya kebersamaan bersama keluarga tercuintah. 😍
Kamania, si gadis cilik lincah nian, masih seperti pas shalat Idul Fitri kemarin, Mamanya terpaksa membatalkan shalat karena doi kabur ga balik-balik. Mamanya ga cukup berani ambil resiko tetap shalat sampai salam, karena Kama bukan tipe penakut yang dalam jarak sekian trus nangis nyari Mamanya. Yang ada malah Mamanya yang nangis ntar nyariin denayu. 😂
Well well well, semoga shalat Id (Fitri & Adha) tahun depan, udah pinter diajak shalatnya yaaa. Pinter bangun pagi, lancar mandinya, kalaupun ga ikut shalat, yang penting duduk anteng, main mainan/ nyemil cemilan yang udah dibawain dari rumah, sampai shalat selesai. Aamiin YRA. 😍
Btw, kami sekeluarga mengucapkan Selamat Idul Adha 1440H, selamat berqurban dan semoga kita semua mendapat berkah dan ridhaNya. Selamat bertemu dengan aneka olahan kambing dan sapi sampai beberapa hari ke depan. Salam mbeeekkk... moooo... 🤗
Jaman now, seiring perkembangan social media dan juga tingkat kenarsisan manusia terutama kaum Hawa, maka semakin menjamurlah tempat-tempat yang dikonsep instagramable. Entah itu tempat wisata, kuliner, icon sebuah kota, dll, dsb, dst. Supaya apa? Supaya bisa sering-sering update status, story, channel youtube, pokoknya biar up to date dan kekinian. 😄
Apakah aku termasuk salah satu yang suka mengunjungi aneka spot instagramable itu?
Hhhmmmm, ga juga. Seringnya aku ke tempat-tempat kekinian itu justru bersama duo bestiesku. Duo Emak yang mulai saling konek satu sama lain semenjak anak-anak lelaki kami menjadi teman akrab di PG lanjut TK. Meskipun saat SD ga satu sekolah lagi, namun karena rumah juga masih satu perumahan, dan kami nyambung satu sama lain, alhasil masih sering ketemuan atau hangout bareng kemanaaa gitu. Dan kali ini, atas usulan bu Kokom (bukan nama sebenernya), akhirnya kami berkuliner ria ke Makmu Sidoarjo. 🥰
Di Makmu Sidoarjo ini, tempat makannya dikonsep seperti suasana rumah yang nyaman, ada beberapa jenis tempat duduk, mau yang ala-ala sofa empuk nyaman, atau ala-ala meja makan di rumah. Makanannya sendiri dijual di stan-stan makanan yang ada di luar ruangan. Di luar juga ada tempat untuk makan seperti di warung tenda gitu, para smoker terutama yang menempatinya ya, karena semi outdoor. 🤭
Jadi kita datang, pilih makanan di stan, dikasih kartu, lalu klu udah puas memilih aneka menu, bayar deh di kasir, trus duduk manis di dalam menunggu pesanan diantarkan. Ada juga stan kopi gitu, kopi yang kekinian, kurang paham juga detilnya, karena aku sendiri bukan pecinta kopi, cuma seneng aja klu lihat kopi yang atasnya dikasih gambar macem-macem itu. 😍
Seperti biasa, ketika makanan datang, yang dilakukan pertama kali bukan berdoa lalu menyantap makanannya. Tapiiiiiii, difoto dulu doooonggg, qiqiqiqiqiqi, mamak-mamak banget yaaa. Etapi aku ga ikutan, karena pergi sama Denayu sendirian (ga sama pawang satunya, alias Bapaknya) maka jangan harap bisa pepotoan dengan tenang, jangankan pepotoan, makan dengan tenang saja sudah anugerah terindah. Jadi ketika duo besties sibuk motoin makanan dan minuman, aku sibuk mengkondisikan supaya Denayu segera makan dan aku sendiri juga bisa makan dan kenyang. 🤣
Sayangnya, sebagai pemilik perut karung. Menu di Makmu ini menurutku kurang nendaaaaanggg porsinya. Emang harusnya klu makan di sini itu bukan dalam kondisi lapar berat, tapi makan cantik sambil ngopi-ngopi atau haha hihi ngobrol ringan bersama teman/ kolega. 😊
Well, pengalaman pertama yang menyenangkan. Bisa ngumpul dan cerita ngalor ngidul sama duo besties, ples Denayu juga dapet tempat yang memungkinkan dia untuk explore sampe nangis/ ngambek tidur delosoran di depan pintu karena ga dibolehin keluar sama Mamanya. Haiyaaaa, seru abiiiiisssss. 😅
Ini bukan kali pertama kami (Bapak, Mama, mas VaRo) ngepantai di Gondo Mayit, yang pertama bisa dibaca di sini, yang kedua bisa dibaca sekilas di sini, dan sekarang adalah ketiga kalinya kami berkunjung ke pantai ini. Ada banyak sekali perubahan dari awalnya, seperti semakin ramainya pantai dengan pengunjung, warung makan sekaligus penjual souvenir, toilet, area parkir, spot foto yang instragamable, dan yang paling ironis adalah sampah. Aduh please deh, buat kalian-kalian yang berkunjung ke tempat wisata/ daerah manapun, jangan mengambil kecuali foto, dan jangan meninggalkan kecuali jejak (dan sampah itu bukan jejak yaaa). 🤦🏻♀
Untuk adek, ini adalah kali kedua. Yang pertama saaat masih berusia sekitar 7-8 bulanan, masih anteng duduk manis. Klu sekarang sudah heboh lari ke sana ke mari, mainan pasir, bikin istana, terowongan, dll, pokoknya ga mau kalah sibuk sama yang lainnya. Dari yang awalnya berpakaian lengkap, sampe hanya pakai kaus dalem aja. 😂
Seperti biasa, kami berangkat pagi-pagi, lalu bermain pasir dan air pantai seeeepuuaaassnyaaaa, sampai merasa panas dan capek tapi hati senang. Awalnya main aman jauh dari air, trus merepet dikit dikit, sampe kegebyur ombak yang tetiba besar, lalu cari tempat yang lebih nyaman buat sarapan (kami beli ikan asap/ bakar + nasi + sambel + lalapan + degan di salah satu warung yang ada). Menjelang Dhuhur, kami baru beranjak meninggalkan pantai, karena selain makin panas, ombaknya juga semakin heboh. Setelah membersihkan diri di salah satu toilet umum, kamipun melanjutkan perjalanan kembali ke rumah Blitar. 😍
Begitulah agenda kami ketika mudik ke Blitar. Sehari sebelumnya, kami berangkat mudik sekitar jam 10-an pagi, sempat tersendat sebentar di tol karena ada kecelakaan beruntun, namun ga lama karena sudah terlewat beberapa waktu sebelumnya, bahkan kendaraan yang terlibat sudah mulai melanjutkan perjalanannya. 😊
Kami beristirahat sebentar di Bendungan Lahor, Malang. Menyalurkan tenaga adek yang sempat tertahan selama di mobil, sambil menikmati semangkok bakso untuk mengganjal perut. Ada beberapa permainan yang bisa dinikmati oleh adek dan mas. Didukung dengan rindangnya pepohonan, jadilah istirahat siang kami menyenangkan. Di bendungan ini juga ada 2 ekor monyet yang dikandangin. Kasian deh lihatnya, sepertinya kelaparan. Kami sempat kasih dia makan kacang gurih, seneng banget sepertinya. Entah mengapa mereka harus terkurung seperti itu dan menurutku agak kurang terawat. Coba dibebas lepaskan ke habitatnya, mungkin mereka akan lebih bahagia ya. 🥺
Hhhhmmm, sekarang mo nyeritain keseharian kami yaaa 🥰
Adek Kama seperti biasanya, antengnya cuma pas lagi bobok aja, klu melek matanya, maa syaa Allaah, anteng kitiran alias ga bisa diem. Bahkan pernah satu hari, sampai siang hari aja udah mandi 2x, gegara siang-siang mainan pasir/ tanah, trus make pot plastik kecil buat topi (padal di dalamnya ada pasirnya juga), qiqiqiqiqiqiqi, sayang ga sempat terabadikan karena Mamanya sibuk ketawa. 😂
Selain ngefans sama singa, sekarang juga lagi jadi fans berat kucing. Niruin sampe ke kolong meja/ kursi sambil bunyi miaw miaw, trus kadang jilat jilat tangannya, kadang juga minta dielus elus di leher sama kepala kayak kucing. Yang terbaru malah klu nangis bunyinya miaww miaaww. Ya Allaah, kok malah jadi bolone Cui. 😂
Si adek ga hanya copycat si Cui aja. Tapi juga yang dilakukan sama Awa e (fyi, adek manggilnya Awa bukan mas, ga tau juga kenapa, padal dia bisa lho bilang mas, tapi ya tetep manggilnya Awa. Semacam panggilan sayang sepertinya), Bapak e, Mama e, ditiruin semua bikin makin guemessshhh. 🤗
Di bulan ini, gigi adek bertambah lagi, jadi 12, alhamdulillaah..
Daftar Hadir Gigi Kamania. 😬
1. Seri kiri atas tengah (28 Ags 2018)
2. Seri kiri bawah tengah (12 Sep 2018)
3. Seri kanan bawah tengah (13 Sep 2018)
4. Seri kanan atas tengah (16 Sep 2018)
5. Seri kiri atas samping (5 Nov 2018)
6. Seri kanan atas samping (3 Jan 2019)
7. Geraham depan atas kanan (14 Mar 2019)
8. Geraham depan atas kiri (14 Mar 2019)
9. Geraham depan bawah kanan (16 Mei 2019)
10. Seri kiri bawah samping (8 Juni 2019)
11. Geraham depan bawah kiri (12 Juni 2019)
12. Seri kanan bawah samping (14 Juli 2019)
Duluuuu, sewaktu belum punya anak, aku pernah berujar, pingin punya anak yang aktif tapi manut klu dikasih tau. Lalu lahirlah mas VaRo, yang ternyata lumayan anteng. Disusul dengan adek Kama, yang sepertinya merupakan jawaban dari ujaranku itu. 😄
Suatu malam, adek yang sudah terbiasa naik turun kursi di meja makan, tetiba mencoba hal baru, yaitu memasukkan kepalanya ke lubang di sandaran kursi kayu. Ya Allaah, sempat kepikiran mau ngegraji itu kursi, alhamdulillaah ga sampe kejadian, dengan kerjasama Bapak dan Mama, kepala adek bisa keluar juga. 😂
Lain waktu, saat ditinggal Mama nyiapin buat mandinya, dia yang duduk manis di tangga, melumuri kaki dan tangannya dengan minyak kayu putih, sampe ke tangganya sekalian, merata. 😂
Selain itu, udah ga kehitung manjat kursi lalu naik meja makan/ meja tamu trus joged joged berasa di panggung, atau manjat kursi lalu duduk di meja belajar mas VaRo, mberantakin tatanan sampai yang punya meja kadang emosi jiwa. 😂
Maa syaa Allaah tabarakallaah, lanjutkan dek, kamu beneran memberi warna baru di rumah yang biasa kalem jadi lebih meriah. Love you mangewu mangatus. 😘 *Karena tiga ribu itu kurang banyak. 😌
Alhamdulillaah wa syukurilah, maka nikmat Tuhan manalagi yang kan kudustakan? 🥰
Bulan ini, kami ngebolang tipis-tipis ke kotanya Eyang Sultan. Pit stop pertama adalah Museum Dirgantara Mandala. Di museum ini ada banyaaaaakkkk sekali koleksi pesawat pesawat tua di hanggar indoor maupun outdoor. Keren banget buat pepotoan, sekaligus menambah wawasan. Selain koleksi pesawat, ada juga sederetan nama petinggi AU dari masa ke masa, koleksi baju pilot, diorama-diorama, simulator pesawat terbang, replika pesawat, dan masih banyak lagi. Letak museum ini sendiri ga jauh dari bandara lho, jadi selalu dilewati pesawat yang mau landing di Adi Sutjipto, Jogja. Buat penggemar fotografi, keren banget buat mengabadikan moment ini, tinggal sabar-sabarin aja nunggunya, karena bandara ini ga sesibuk Juanda yang nyaris tiap 5 menit sekali pesawat berseliweran. Di sini paling endak sekitar 30 menit sekali baru ada pesawat nongol. 🤭
Saat kami ke museum ini, ketemu beberapa rombongan wisatawan yang tentunya didampingi pemandu khusus. Klu kami mah, slaman slumun slamet, pokoknya jalan aja, sambil baca-baca keterangan yang sudah tersedia. Tak lupa juga kami berfoto di beberapa spot yang menurut kami keren. Sayang seribu sayang, entah kenapa waktu filenya dipindah ke laptop, tetiba raib. Entah ke-delete atau gimana, pokoknya ilang semua, hiks hiks. Jadi ya, kali ini ceritanya minus poto-poto di Museum Dirgantara. In syaa Allaah next time, diulangi ke sana lagi dan pepotoan lagi. 🥰
Setelah puas menikmati suasana museum, kamipun menuju hotel. Kali ini, kami menginap di Sahid Hotel Jogja. Hotelnya bagus dan nyaman, makanannya enak-enak dan petugasnya ramah. Cuma karena menyatu dengan mall, parkirannya ikutan di parkiran mall, jadi bayar deh. Sayang banget yaa, harusnya khusus untuk tamu yang menginap di hotel diberikan privilege. Itu aja siy kurangnya menurutku, yang lainnya masih wajarlah, seperti adanya beberapa bagian hotel yang sedikit kurang gimanaa gitu dikarenakan masih dalam tahap pembangunan. 😊
Malamnya kami sempetin jalan-jalan kota-kota, pinginnya siy makan di tempat-tempat yang terkenal, tapi apalah daya, lihat ramenya yang mau makan jadi bikin balik badan, mending nyari yang lain aja, yang ujung-ujungnya ngebungkus sate aja dimakan di hotel. 😂
Keesokan harinya, maunya ke Taman Pintar. Eh, bingung nyari parkirannya doongg, dan lagi ruamenyaaaaaa maa syaa Allaah. Akhirnya malah ga jadi deh, langsung bablas aja pulang. Hahahahha, begitulah ngebolang ala kami. Ga ada target jumlah destinasi yang harus dikunjungi. Whish list-nya siy ada, tapi ga ngoyo gitu, klu dilihat waktu dan sikonnya memungkinkan, ya mampir, klu endak ya skip aja, masih ada lain waktu. Selow ajalah pokoknyamah. 🤣
Pas jalan balik itu, sambil ngobrolin pingin makan di mana ya enaknya. Suami tetiba keingat duluuuuuuu pernah diajak makan di daerah yang namanya Rowo Jombor. Warungnya terapung di waduk gitu, yang khas itu cara pengunjung bisa sampai ke dalam warungnya. Setelah melewati jalanan yang berkelak kelok dengan pemandangan khas pedesaan, yaitu sawah yang membentang dan rumah penduduk yang bersahaja, sampai juga kami di Rowo Jombor. 😊
Setelah cap cip cup kembang kuncup buat milih mau makan di warung yang mana, akhirnyaaaaa, kami disambut oleh bapak bapak petugas pengerek rakit beratap. Iyaaa, jadi klu mau ke warungnya itu musti naik "gethek" dulu, yang ditarik dari ujung sama si bapak itu. Kamipun makan siang dengan tenang sambil lesehan, yang ga bisa diem cuma adek, berlarian ke sana ke mari saking senengnya dia klu lihat tempat luas. 😍
Selain ngebolang, kami juga sempat mudik ke Ngawi dan juga Doplang. Alhamdulillaah, dikasih rizki bisa tinggal di tempat yang ga terlalu jauh dari keluarga besar. Apalagi semenjak ada trans Jawa ini, waktu tempuh bisa dipangkas nyaris separo dari awalnya dulu pas masih lewat jalan biasa. Warbiyasak menyenangkannya, jadi ga terlalu capek di jalan. 😊
Oya, belum cerita tentang keseharian Keyza Family. Tentang si mas dan adek, kembar beda tahun yang kayak dua kutub magnet yang berbeda, cocok banget, klop banget, beda tapi saling melengkapi. Bulan ini mas VaRo ada ujian munaqasah (praktek ibadah shalat, mengaji, hafalan surat pendek, hafalan doa), alhamdulillaah, katanya lancar. Semoga nti hasilnya memuaskan. Klu si 19 bulan alias si adek, tetiba dia bisa jungkir balik. Awalnya ga nyangka, biasanya cuma nungging nungging kayak yoga gitu, eh tetiba aja nge-roll depan, langsung kaget Mamanya. Trus seharian ada klu 5x dia nge-roll. Maa syaa Allaah deekk, warbiyasak emang anak shalihahnya Mama ini. Trus selain itu, mulai mau niruin apa yang kuucapkan. Yaa meskipun sik sak bolong e udel e. Seperti saat mudik ke rumah Eyangnya, pas bangun bobok dan buka jendela, dia kaget sama suara truk yang lewat depan rumah Eyangnya. Trus kubilang, itu truk dek namanya. Eh dia ulangin "tyek" sampe beberapa kali. Tapi habis itu klu kuminta niruin lagi, macet. 😅
Alhamdulillaah, diberikan nikmat sehat, jadi bisa tetep ngebolang dan juga menjalin silaturahmi dengan keluarga. Maka nikmat Tuhan manalagi yang kan kudustakan? 🥰
Setiap punya anak kecil, rasanya Taman Safari selalu bisa dijadikan jujugan berwisata, karena bocah kan demennya sama hewan-hewan gitu. Mas VaRo juga sejak kecil udah berkali-kali diajakin ke Taman Safari, ga bosen bosen juga, tetep sumringah di setiap kalinya datang. (Cerita ke TS 2: pertama, kedua, ketiga, keempat). 🥰
Kali ini adalah kali kelima untuk mas VaRo, dan pertama kalinya buat adek Kama. Seperti biasa, kami membeli tiket Rusa (reguler) dan selalu membawa bekal wortel, minimal 3 kg yang sudah dipotong-potong supaya bisa puas kasih makannya ke hewan-hewan nggemesin di sana. Karena masih perdana, jadi adek masih takut takut gitu klu lihat kepala kepala hewan berebutan pingin masuk ke dalam mobil demi mendapatkan sepotong wortel. 😂
suasana di mobil
Setelah puas memberi makan hewan, kamipun mulai explore aneka hiburan lain di TS 2. Untuk wahana permainan, karena adek juga cuek bebek, akhirnya kami skip deh. Langsung jalan ke atas, buat isi perut dulu sambil lihat Macan Putih, di Tiger Cafe. Kali ini pengalaman pertama bagi kami berempat, alhamdulillaah, masakannya enak dan harganya masih wajarlah. 👍
makan siang di Tiger Cafe
Setelah perut kenyang, kami lanjut ke atas lagi, mo lihat pinguin, karena terakhir ke TS 2, masih under construction untuk Aquatic Land ini. Puas lihat pinguin, lalu nyobain naik gajah yang ada di depan area pinguin. Pertama kalinya buatku naik binatang gedhe itu sambil megangin bayi. Untung adek pinter, diem aja ga nangis, bisa panik bener Mamanya klu sampe adek nangis. 😅
Area berikutnya yang kami kunjungi adalah Pertunjukan Burung, lalu Tiger Show, dan terakhir Temple of Terror. Untuk show burung dan harimau, adek masih antusias menikmati. Sedangkan pas Temple of Terror, dia udah pules tidur di gendongan. Ga terganggu sama sekali dengan sound system yang kadang memekakkan telinga, ataupun aksi para pemain teater yang memancing jerit histeris penonton. 😄
saat pertunjukan burung
Setelah atraksi terakhir itu, kami memutuskan untuk langsung ke hotel, karena cuaca mulai kurang bersahabat, air hujan mulai turun membasahi bumi. Untung di sepanjang jalan menuju tempat parkir ada jalur pejalan kaki yang ada atapnya, jadi lumayan melindungi tubuh biar ga basah kuyup. 🤭
Malamnya kami menginap di Baobab Safari Resort, satu-satunya hotel di kawasan TS 2. Kami harus memesan minimal seminggu sebelumnya, klu endak ya bisa gigit jari ga kebagian kamar. Hotelnya enak dan nyaman, kami kebagian kamarnya yang hadap ke perbukitan (bukan ke savana yang ada hewan-hewannya). 😊
suasana kamar, anak kecil itu selalu tertarik sama yang namanya pesawat telepon
recommended
Di hotel ini ada beberapa acara yang bisa diikuti oleh anak-anak lho, ada acara mendongeng juga jelajah malam. Sayangnya pas acara mendongeng itu, bener-bener full, jadilah balik kucing karena kurang nyaman. Habis makan malam, kami duduk duduk di lobi sambil makan popcorn dan menikmati malam yang sejuk. Untuk jelajah malamnya juga ga ikutan, karena udah waktunya tidur, udah ngantuk nak-kanak. 😅
adek asyik maem popcorn
Keesokan harinya, setelah sarapan, kami menyempatkan diri buat ngelihat meerkat dan hewan lainnya, berfoto sama jerapah, buaya, dan si adek yang pemberani juga mencoba naik kuda poni. Setelah puas, kami balik ke kamar, leyeh-leyeh, guyonan, sambil menunggu batas waktu checkout. Daaaaaannnn, kamipun kembali lagi ke alam nyata. Alhamdulillaah, diberi nikmat sehat, nikmat waktu, nikmat kesempatan, sehingga bisa refreshing bersama sekeluarga. Maka nikmat Tuhan manalagi yang kan kudustakan? 🥺
Bonbin atau Kebun Binatang adalah salah satu destinasi wisata yang terjangkau dan banyak diminati oleh keluarga dengan anak kecil. Dulu pas mas VaRo seumuran dek Kama, juga diajakin ke Bonbin, sambil disuapin, anaknya seneng lihat aneka hewan, makannya lahap, Mama Bapaknya juga bahagia meskipun kaki gempor. 😂 (klik: Cerita mas VaRo kecil ke Bonbin, Mas VaRo ke Bonbin pertama kali)
Sekarang giliran adek, diajakin jalan-jalan ke Bonbin juga dong. Seneng sekali dia melihat banyak sekali hewan. Setelah puas jalan-jalan, kami nyari tempat yang enak dan mayan sepi, lalu gelar tiker deh, buat makan siang bareng. Alhamdulillaah si adek maemnya jadi makin semangat. Memang suasana itu bisa mendongkrak selera makan. 🥰
Harga tiket masuk ke Bonbin itu Rp.15.000,- saja, sangat ramah di kantong. Tinggal siapkan saja kaki klu ingin menjelajahi semua sudut Bonbin. Dijamin sensasinya luaaaarrrr biasaaaaa, apalagi klu ples ples naik menara pantau. Berhubung kami bawa bayi, jadilah berkeliling secukupnya saja, itung-itung pemanasan. Lain waktu klu adek udah agak gedhean, bisa diulangi lagi, yang bener bener sesuai arahan peta, biar kumplit. 😄
Setelah menikmati petualangan dengan VW Savari, kami mengistirahatkan badan di Hotel Puri Asri Magelang. Kami menyewa salah satu villa berupa rumah berlantai 2, dengan total 4 kamar (2 di atas, 2 di bawah), lengkap dengan ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, juga ada kamar pembantu, dan garasi yang bisa memuat 2 mobil. 😊
Karena kami termasuk usia produktif, maka banyak anak-anak yang membuat suasana makin meriah. Villa yang besar sangat memuaskan untuk berkumpul sambil makan bersama, ngobrol, main games seru, bahkan kejar-kejaran. 😄
Adek sendu (seneng ndusel)
salah satu spot keramaian
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali kami menyempatkan untuk trekking tipis-tipis ke Gunung Tidar (pakunya tanah Jawa). Setipis-tipisnya trekking, tetep aja, kaki pegel ya, apalagi klu sambil gendong bayi. Alhamdulillaah masih bisa sampai ke puncak, menikmati gorengan, bersenda gurau, foto-foto lalu bergegas turun untuk sarapan yang sebenernya di hotel. Oya sebelum naik, kami nyempetin ngebungkus sup senerek khas Magelang pak Parto yang ada di dekat parkiran mobil buat nyuapin adek. 😍
sop senerek khas Magelang, foto dari mbah Gugel
Adek naksir topinya Mama
Para pendaki
Di puncak Gunung Tidar
Sesampainya di hotel, langsung cari posisi yang wuenak dan menikmati aneka sajian yang tersedia. Setelah perut kenyang, kami kembali ke villa. Sementara Mama ngeloni dek Kama bobok, mas VaRo dan Bapak bergabung dengan yang lainnya bermain di kolam renang bareng-bareng. 🥰
Adek "tenggelam" di kursi, karena ga bisa diem, mrusut terus
Siangnya kami checkout trus konvoi menuju Bukit Rhema, biar tahu yang namanya Gereja Ayam yang dipakai syuting mas Rangga dan mba Cinta. Kirain bisa langsung turun di parkiran depan gereja, ternyata dari parkiran mobil, kami masih harus menumpang jeep-jeep yang tersedia, untuk diantar naik ke area gereja. Kenapa jeep? Karena jalannya beneran aduhai ala ala off road gitu, seru seru serem. Turun dari jeep juga masih harus jalan beberapa puluh meter untuk sampai di TKP. 😅
Gereja Ayam
Pemandangan di samping Gereja Ayam
Ini Mama yang motoin
Ini ga tau siapa yang motoin, masak kepala ayamnya keputus, qiqiqiqi
Di gereja, cuma foto-foto aja di depannya, ga ada niatan pingin naik sama sekali, kaki masih berasa gempor habis trekking tadi pagi. Jadi yaa gitudeh, malah melipir di warung deket gereja, menikmati segarnya es degan sambil memanjakan mata dengan indahnya pemandangan sekitar. 😂
Beberapa puluh menit kemudian, teman-teman yang sempat naik ke atas gereja mulai turun, lalu kami naik jeep lagi untuk balik ke parkiran. Dan melanjutkan perjalanan ke Balkondes Tuksongo.
Apa itu Balkondes? Balkondes atau Balai Ekonomi Daerah adalah program sosial dari BUMN untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa yang tinggal di sekitar Candi Borobudur, serta program pemberdayaan dan pengembangan SDM yang berbasis wisata. 😎
Kenapa Balkondes Tuksongo? Karena Balkondes Tuksongo adalah asuhan perusahaan tempat kami mencari nafkah. Di Balkondes Tuksongo tersedia aneka fasilitas seperti penginapan, pendopo utama, gazebo, panggung hiburan, tempat ibadah, toilet, toko kesenian, dll. Kami menikmati makan siang di pendopo, sambil dibelai semilir angin dengan pemandangan yang membentang dan sedikit puncak Candi Borobudur yang menyembul di balik rerimbunan. 😘
Foto di mini stadionnya Balkondes Tuksongo
Foto di halaman depan Balkondes Tuksongo
Tak akan pernah puas rasanya saling bertukar cerita dan canda tawa dengan teman-teman dalam kebersamaan. Tapi libur telah usai, besok sudah harus masuk kerja lagi, jadi akhirnya harus pada balik ke kota masing-masing. Makasih tuan rumah, makasih Magelang, jamuannya sungguh berkesan di hati. Next time, kemana lagi?? 🤗