Saturday, December 10, 2016

Shut Down Futur, Turn On Istiqamah


Taken form Google

"Apakah manusia iu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-Ankabut: 2)

Sungguh jalan ISTIQAMAH itu cukup sukar, penuh onak dan duri. Karena Allaah ingin tahu, kesungguhan atas apa yang telah kita niatkan.

"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak.." (QS. Al-Hadid: 20)

Dunia memang sudah dibuat sedemikian rupa untuk melalaikan kita dengan berbagai tipu muslihat dari berbagai arah, seperti harta, jabatan, waktu, kesehatan, keluarga, dll.


ANTISIPASI FUTUR

Tanda-tanda: malas beribadah, suka menunda-nunda, banyak alasan


SHUT DOWN FUTUR

Karena futur seperti virus, menggerogoti semangat ibadah, mengeroposkan iman, mengempiskan niat, melalaikan diri dari hidayah.


TURN ON ISTIQAMAH


  1. Luruskan niat, hanya karena Allaah. Bukan demi pujian/ sungkan/ perasaan ga enak dengan sahabat/ calon/ rekan, dsb
  2. Upgrade iman. Datangi majelis ilmu (offline/ online), tekun belajar/ membaca buku/ tafsir/ terjemahan, dsb
  3. Install disiplin. Mulai dengan disiplin shalat 5 waktu, zakat dan sedekah dalam lapang dan sempit, dzikir dan tilawah setiap hari, dsb
  4. Perkuat ukhuwah. Bersahabatlah dengan yang shalihah, supaya tetap tertular keshalihan dan ketaatannya. 

SCANNER DIRI dengan SELALU MENGINGAT AKHIRAT

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS. Al-Ankabut: 64)

Dunia hanyalah persinggahan, tempat kita mempersiapkan berbagai bekal untuk pulang ke kampung akhirat yang abadi. ❤

#OdojMotivationGroup

Saturday, October 15, 2016

Kun Anta, Be Your Self


Taken From Google

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At-Tin: 4)

Maka jadilah manusia yang teguh pendirian, punya karakter yang kuat, sehingga tak mudah terombang-ambing. Tak sungkan menolak jika itu mendatangkan mudharat. Mantabkan langkah untuk terus istiqamah menuju ridha Allaah. Tak gentar berkata BENAR dan berani berjuang untuk amar ma'ruf nahi munkar. Terpercaya dalam menunaikan amanah.

Karena apa?

Karena "Setiap yang bernyawa, pasti akan mati.."

Karena kesudahan kehidupan di dunia adalah kematian. Yang justru menjadi awal dari keabadian.

Syurga atau neraka?

Kutipan dari kitab "Tanbihul Ghofilin" karangan Al Faqih Abu Laits Samarqandi, Bab Sifat & Penghuni Neraka.

Al Faqih meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah. Rasulullaah bersabda: "Dinyalakan api neraka sejak 1000 tahun hingga merah membara, ditambah lagi 1000 tahun hingga putih meleleh, lalu 1000 tahun lagi hingga hitam menggelap, seperti malam yang gelap kelam."

Dalam sanad yang lain: "Di neraka Jahannam ada perigi-perigi berisi ular-ular sebesar leher unta, dan ketunggeng sebesar keledai, lalu orang-orang penghuni neraka lari mendekati ular tersebut, ketika menempel di bibirnya, terkelupaslah rambut, kulit, dan kukunya, mereka selamanya tidak akan lepas dari gigitannya."

Gambaran siksa paling ringan bagi penghuni neraka, Rasulullaah bersabda: "Bahwasanya siksa paling ringan bagi penghuni neraka, yaitu yang bersandalkan api (itu saja) sanggup membuat otak mendidih, seakan api naik ke telinga, gigi, dan bibir. Bahkan ususpun sempat keluar dari bawah kakinya, dia berperasaan bahwa yang paling berat siksanya, padahal yang sebenarnya dia yang paling ringan di antara siksa-siksa neraka."

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullaah SAW bersabda: "Allah menyeru jibril, supaya meninjau syurga dengan segala persiapan penghuninya, setelah selesai, ia melaporkan: "Demi KemenanganMu, tiada seseorang mendengarnya, kecuali ia akan masuk kedalamnya, maka diliputi dengan kesukaran. Lalu Jibril diperintahkan meninjau lagi: setelah selesai ia melapor lagi: "Demi kemenanganMu aku khawatir, kalau tiada seorangpun yg bisa masuk kedalamnya." Kemudian dia diutus meninjau Neraka, dengan segala persiapan bagi penghuninya, setelah selesai ia melaporkan: "Demi kemenanganMu, orang yg mendengarnya tidak akan dimasukan kedalamnya, lalu diliputi segala syahwat. Maka seruNya lagi:Tinjaulah ulang kembali. Setelah selesai ia melaporkan:"aku khawatir jika tiada seorangpun yang selamat (tidak terjerumus) kedalamnya".

Na'udzubillaah tsumma na'udzubillaah, semoga dengan ridha Allaah, kita semua terhijab dari api neraka oleh amal-amal shalih yang kita perbuat, Aamiin YRA.

#OdojMotivationGroup

Wednesday, October 05, 2016

Sahabat Yang Baik


Taken form Google

Sebagaimana pesan salah seorang sahabat Rasulullaah SAW (Al-Qamah) kepada anaknya: Wahai anakku, sekiranya engkau merasa perlu bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut

  1. Sahabat yang suka melindungi sahabatnya. Dia adalah hiasan diri kita, jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan
  2. Sahabat yang suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna saat engkau mengulurkan jasa/ bantuan. Jika ia melihat kebaikanmu, dia suka menyebutkannya/ menghitungnya
  3. Sahabat yang suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna saat engkau mengulurkan jasa/ bantuan. Jika ia melihat keburukanmu, dia suka menutupinya
  4. Sahabat yang pasti memberi jika engkau meminta sesuatu padanya. Jika engkau diam, dia menyapamu duluan. Jika engkau tertimpa kesedihan/ kesukaran, dia suka membantu, meringankan, serta menghiburmu
  5. Sahabat yang suka mengoreksi ucapan kita, tidak selalu percaya begitu saja dengan perkataan kita. Jika kau menghadapi persoalan berat, dia suka mengusahakannya. Jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu

Sahabat adalah pelengkap, yang mengerti kekurangan dan kelemahan kita. Bersamanya kita merasa nyaman menjadi diri kita sendiri. Dan alangkah indahnya jika persahabatan juga diisi dengan saling mengingatkan dalam kebaikan.

Rizki dari Allaah tak selalu berupa harta, tapi juga sahabat baik yang dengan bersamanya, kita selalu melangkah ke jalan yang diridhoi-Nya.

Dear sahabatku, jika kelak tak menemukanku di surgaNya, mohonkan ampunan kepada Allaah, dan panggil aku untuk berkumpul dengan kalian.☺

#OdojMotivationGroup
Tuesday, September 13, 2016

Field Trip: Serunya Cave Tubing di Goa Pindul



Setelah keluar dari kawasan Pantai Indrayanti, kami mencoba lewat jalan lain yang katanya lebih dekat dibanding kami balik lagi lewat Jogja *manut GPS*. Jalanannya masih sama, berkelak kelok, relatif mulus meskipun sempit, ga recommended buat bus untuk lewatlah pokoknya. Di pinggir jalan banyak bertebaran kuliner aneka olahan belalang, ada yang manis, pedas, original, balado, dll. Sayangnya kapan bulan habis dikirimin belalang sama Ibu mertua, jadinya masih ogah ngerasain lagi. 

Belalang goreng kiriman Ibu mertua, nyummiiii

Seperti biasanya, saat perut kenyang maka terbitlah mengantuk, akhirnya terlelaplah diriku. Entah setelah berapa lama, dibangunin sama suami dibilangin "Mah, Mah, Goa Pindul Mah". Jeng jeng jeeengg, langsung melek lebaaarrrr. Ya memang ini salah satu wish list yang hampir kecoret karena masalah waktu ples dikiranya ga kelewatan pas pulang ini, karena kami ngikut arahan GPS. Ternyata alhamdulillaah masih rejeki, kelewatan ya mampirlah, masak dilewatkan, rugiiiii!!! 

Tiket masuk area Goa Pindul @IDR.10.000 per orang

Setelah berbelok sesuai petunjuk arah, kami dibuntutin oleh seseorang bersepeda motor. Waduh, udah serem aja bawaannya. Ternyata si mas-mas itu bilang mau nunjukin tempat terdekat dengan Goa Pindul. Hah?! Di tengah keheranan, akhirnya kami setuju, apalagi mas-nya bilang jasanya free *meskipun tetep nantinya ada salam tempel buat kesopanan yaa*. Kamipun gantian membuntutinya. Keheranan makin bertambah karena nyatanya kami melewati beberapa tempat parkir bertuliskan "Parkir Goa Pindul". Whaattss, mau dibawa kemana kita? Lha kok mas-nya masih mbablas aja. Di jalan itu kami bertemu beberapa "pajero Pindul" yang mengangkut orang dan ban pelampung. Hayah, makin kepo, ini bagaimana sebenernya. 

Akhirnya sampailah kami di gang yang agak sempit dan kurang meyakinkan, masak iya siy ini paling dekat dengan Goa Pindul? Alhamdulillaah, ternyata kami termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Ini beneran deket bangettt sama Goa Pindul, ga perlu naik-naik pickup, cukup jalan kaki sebentar udah nyampe Goa. 

Kami segera berganti kostum, lalu menuju loket pembayaran. Tarif untuk Cave Tubing di Goa Pindul sebesar IDR.35.000 per orang. Karena basah-basahan, dan daripada resiko gadget kecelup air, maka kami sekalian nyewa jasa photographer yang dibandrol IDR.100.000 sajah *nanti hasil fotonya akan diberikan berupa CD dan bisa juga minta transfer langsung ke HP, kami mendapatkan 100 lebih foto-foto cantik*. Ada tempat penitipan barang berharga di sebelah loket pembayaran itu, jadi ga perlu kuatir dengan barang bawaan kita, in syaa Allaah aman. 

Kamipun lalu menunggu dipanggil, suasananya mirip lagi nunggu antrian bus di terminal, qiqiqi. Ketika nama suami dipanggil, kami bergegas untuk mengambil ban dan juga mengenakan jaket pelampung, beruntung kami menyewa mas poto, jadi berasa artis gitu, dikawal. 

Daan keseruanpun dimulai. Goa Pindul ini panjangnya sekitar 350m, jarak antara permukaan air dengan atap goa sekitar 5 m, lebar rata-rata 4 m, airnya tenang, dan dibagi 3 zona, zona terang (kedalaman 1-5 meteran), remang (kedalaman 7 meteran), dan gelap (kedalaman 12 meteran). Masing-masing orang akan saling berpegangan (memegang tali ban sebelahnya), didampingi 1 pemandu yang bercerita *ceritanya tentang legenda dan aneka ornamen goa*, dan untuk kami, ada mas poto yang siap mengabadikan momen seru ini. Cave Tubing ini tidak sampai 1 jam, tapi serunya sampe ke hatiiii, aahhh beyond my expectation. 

Lets Start this Cave Tubing


Ada beberapa goa lain dengan aliran sungai di daerah Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, Jogja ini. Namun memang yang sedang naik daun adalah Goa Pindul. Menurut legenda, nama Goa Pindul dan goa lainnya itu berkaitan dengan cerita pengembaraan Joko Singlulung mencari Ayahnya. Setelah mendaki gunung lewati lembah, menjelajah hutan dan sungai, si Joko ini masuk ke salah satu goa, trus kebentur batu, jadilah nama Goa Pindul dari kata "Pipi Gebendul". Di goa ini ada beberapa ornamen cantik seperti batu kristal, moonmilk, stalagtit, dan stalagmit yang indah. Ada pilar raksasa bentukan alam yang usianya mencapai ribuan tahun. Di beberapa bagian atap goa juga ada lukisan alami karya kelelawar penghuni goa.

Batu stalagmit "Perkasa" di zona remang
Konon jika pria bisa memegangnya akan menjadi pria perkasa

Batu stalagtit "Mutiara" di zona remang
Di pucuknya kayak ada mutiaranya yang berkilau
Para "Kampret"/ kelelawar kecil penghuni goa di zona gelap
Kampret ini pemakan nyamuk/ serangga, tidak mengganggu manusia
Batu stalagtit "Tirai", bentuknya unik ya
Batu "Kristal"
Aslinya glow in the dark, kelihatan cantik saat disorot senter
Di foto ini tidak begitu jelas karena terkena flash kamera
Konon katanya, klu seorang perempuan
"ketetesan" alias terkena tetesan air dari batu stalagtit itu
maka akan bertambah cantik dan awet muda

Di dalam goa, ada bagian yang menyempit dan hanya cukup untuk lewat 1 ban pelampung saja, saat melewatinya, pengunjung diminta untuk menekuk kakinya ke posisi bersila supaya muat lewat. Beberapa puluh meter sebelum berakhir, ada satu tempat seperti kolam besar yang berlobang atap goanya. Tempat ini biasa dijadikan tempat beristirahat, berenang santai, atau terjun dari sisi tebing goa. Kamipun ga tahan buat ikutan nyemplung meskipun kemampuan berenang mendekati nol, percaya aja ama live vest yang kami pakai. Dan pura-pura aja ga tau klu kedalaman airnya antara 5 - 7 meter di bawah. Sambil berenang ala-ala, kami melanjutkan perjalanan hingga keluar goa dan bertemu dengan Bendungan Banyumoto peninggalan jaman Belanda.

Di ujung sana guanya menyempit, jadi kakinya harus dilipat bersila
Kami mulai nyemplung, modal yakin dan percaya aja sama live vest

Rasanya sebentar aja udah kelar, sampai si anak lanang protes, "Yaaahh, kok udah selesai, Ma?". Pokoknya Cave Tubing ini recommended bangetttt ngettt ngettt, tentunya berkunjunglah saat cuaca cerah alias tidak hujan yaa, klu bisa jam 10-11 pagi, katanya itu jam paling tepat supaya bisa melihat "cahaya surga" menerobos melewati goa bolong. Dan jangan kuatir, ga ada buayanya, karena itu adalah pertanyaan pertamaku sebelum nyemplung, memastikan ga ada buaya di dalam air. 

Berenang dengan gaya bebas suka-suka, pura-pura ga tau kedalaman airnya 5 meter



Naaahh, klu kalian mau seseruan dan langsung di lokasi terdekat dengan Goa Pindul, bisa hubungi kontak di bawah ini yaaa, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di acara ngebolang kami berikutnyaaa (Goa Sioyot, Goa Glatik, dan River Tubing Oyo, masih ada banyak yang belum kami kunjungi di Bejiharjo) *dadah dadah syantik*. 

TripGoaPindul.com
Gelaran 1 RT.5 RW.15, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, 55891
CP: LEO 0856 1777 129/ 0812 2920 2999/ 2B07398E
Email: tripgoapindul@yahoo.com

Monday, September 12, 2016

Field Trip: Pantai Indrayanti yang Bersih dan Indah





Perjalanan dari Kota Jogja ke Pantai Indrayanti sekitar 2 jam. Makanya kami bangun pagi-pagi, tapi tetep pake acara mandi yaa, kecuali anak lanang yang ngambek, maunya mandi di pantai aja. Saking kecewanya hanya dia aja yang ga mandi, sampe drama tangisan bermenit-menit. Setelah check out, kami sepakat langsung aja meluncur ke TKP tanpa sarapan, karena emang belum lapar dan masih ada cemilan yang bisa dibuat ganjel perut. Pastikan juga bahan bakar sudah full tank dan mobil berkondisi prima. Bawa uang cash secukupnya, karena tidak ada ATM di sekitar kawasan pantai, masak iya mau ngutang atau nyuci piring gegara ga bisa bayar cash? 

Dari arah Jogja, kami melaju ke jalan raya arah Parangtritis, lalu ikuti saja petunjuk jalan yang bertebaran di pinggir jalan. Ternyata Gunung Kidul itu jalannya relatif mulus dan banyak berjajar pantai-pantai indah yang melambai mengundang kami untuk mampir. Apalah daya karena keterbatasan waktu, untuk kali ini kami ke Pantai Indrayanti dulu. We will back to another beach next time, uhuuyy. 

Klu ada ombak datang, loncaaatttt

Pantai Indrayanti ini sebenernya bernama asli Pantai Pulang Syawal (Pantai Pulsa). Kenapa kok jadinya disebut Pantai Indrayanti? Sesungguhnya Indrayanti adalah nama pemilik tempat makan di pantai ini. Mungkin karena namanya lebih mudah disebut dan lebih komersil, makanya lebih beken nama aliasnya dibanding nama aslinya. Udah mirip artis aja ya, pake nama panggung. 

Tiket @IDR.9.500, Asuransi Jasa Raharja @IDR.500

Sesampainya di kawasan Pantai Indrayanti, kami segera mencari tempat parkir dan langsung menuju bibir pantai. Fasilitas pantai yang turut dikelola oleh pihak swasta sepanjang 250 m ini lumayan kumplit lho mulai toilet, mushalla, tempat makan, penginapan, persewaan tikar buat duduk-duduk (IDR.20.000 sepuasnya), persewaan Jet Sky (IDR.250.000/ 15 menit) klu mau berpetualang ke lautan, dll. Saat kami datang, kebetulan laut sedang pasang, jadi karang-karang cantiknya tidak kelihatan tertutup air laut. Pantainya putih dan bersiiiihhhh. Ada menara pantau tempat Polisi Pantai mengawasi kegiatan pengunjung. Mereka menegur pengunjung yang mainnya terlalu ke tengah, juga mengingatkan yang lain untuk menomor satukan keselamatan diri. Kebersihan pantai ini tak lepas dari tegasnya para petugas, mereka tak segan memberi sanksi dan denda IDR.10.000 kepada siapa saja yang ketahuan membuang sampah sembarangan. Heeemmmm, perlu diadopsi pantai-pantai lain ini yaa, sedih deh sama kesadaran pengunjung yang jongkok, padal sejak bangku SD sudah diajarin untuk membuang sampah pada tempatnya, tapi kok ya ga dilakuin, sungguh ter.. la.. lu.. 

Nyewa tikar trus dibawa kemana-mana sesukanya

Salah satu Jet Sky yang disewakan

Suasana di tepi pantai

Saat liburan, ramai pengunjung

Seperti biasa, kami klu ngebolang tidak mengejar jumlah destinasi, kami lebih menikmati sepuas-puasnya setiap destinasi yang kami kunjungi. Menikmati deburan ombak yang lumayan gedhe *sampai Emaknya ini jiper duluan, padal yang lain happy*, bermain pasir pantai yang putih bersih bebas sampah, merasakan angin pantai membelai tubuh, uuhh, rasanya enggan beranjak klu ga ingat matahari semakin tinggi, dan perut yang belum terisi sarapan udah mulai main orkestra. 


Dengan enggan kami beranjak, untuk mandi, lalu makan tentunya. Di sekitar pantai ada banyak pilihan tempat makan. Awalnya ingin yang deket bibir pantai, ternyata kami kurang beruntung, sudah ada pesanan untuk prasmanan puluhan orang. Hiks, belum rejeki, jadi kami move on ke tempat makan di depannya. Alhamdulillaah masih bisa makan di situ, karena beberapa saat kemudian sudah ditolak juga, karena ada yang pesan menu untuk 50 orang. My oh My, semua pada mau makan rupanya. Oya, di dekat parkiran, ada yang jual aneka hasil laut yang dibikin keripik, ada udang, cumi, rajungan, rumput laut, undur-undur, dan lainnya. Tentunya kami ga melewatkan jajanan yang khas itu yaa, apalagi harganya cukup terjangkau, bisa campur lagi, jadi bisa merasakan semuanya sekaligus, nyummiii. 


Setelah perut kenyang, kami segera balik ke mobil, rencananya mau langsung balik ke Blora aja, supaya ga kemaleman sampai rumah. Hhhmmm sungguh liburan yang menyenangkan, rasanya masih pingin ngebolang lagi deh, menikmati sunset di pantai sekalian dinner di gazebo romantis juga sepertinya.