Sunday, September 06, 2015

Field Trip: Coban Kembar Watu Ondo, Cangar, Mojokerto



Kemarin sudah ke Coban Rondo, tadi sudah ke Agrowisata Petik Jeruk. Eeeh, pas mau balik ke Surabaya pada ngajakin ke Coban Kembar Watu Ondo di Cangar, Mojokerto. Waaaahh, bagi bolangers macam kami, itu tawaran yang sangat menggiurkan. Sambil menyelam minum air, sambil jalan pulang, sambil nyobain rute baru, sambil ngebolang ke air terjun. Perfecto Italiano. ^_^

Dari Batu, ambil jalan ke arah Cangar dan masuk ke kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo di bawah lereng Gunung Welirang. Lokasi air terjun ini sekitar 3 km ke arah barat dari pintu masuk Pemandian Air Panas Cangar. Letaknya di sebelah jalan yang menurun dan membelok cukup tajam dekat perbatasan Malang (Batu) - Mojokerto dengan kondisi jalan mulus beraspal *SIM nya ga boleh nembak klu nyupir di sini, dan kondisi kendaraan harus prima, klu ga mau kena masalah*.


Fasilitas yang tersedia, tentunya tempat parkir, yaa lumayan luas dan rindang, karena banyak sekali pepohonan besarnya, toilet, dan satu-satunya penjual makanan/ minuman. Jadi harus punya stok sabar buat ngantri yaa, atau lebih amannya, bawa saja dari rumah.

Dari tempat parkir, lanjut jalan kaki sekitar 200 m saja. Tapiiiii, jalannya yang dilapisi Watu Ondo, alias tangga dari batu ini, menurunnya dengan kemiringan 45 derajat dan berkelok-kelok. Dijamin klu jarang olahraga, bikin engsel lutut berderak keras, qiqiqiqi. Untungnya di setiap belokan ada bangku kayu untuk tempat istirahat. Fasilitas menggiurkan, meskipun sebaiknya jangan sering-sering istirahat, yang ada makin berasa capek dan ga nyampai-nyampai lokasi. Alhamdulillaahnya, meskipun capek luar biasa, pemandangan yang disuguhkan sungguh bagaikan oase di padang pasir. Sejuukkkk segeeerrr. Buat bumil, ga usah coba-coba yaa, sayangi diri dan janin. Kalau mau ke air terjun yang ramah buat bumil, ke Coban Rondo aja. :)


Sesampainya di Coban, segala jenis capek dan engsel gemeretak sirna. Apalagi ternyata begitu di bawah dapetnya ga cuma 1 Coban, tapi 2, kembar..!! Wuhuuuuu, senangnyaaaaa. Dua air terjun yang saling berhadapan dengan ketinggian yang berbeda. Yang kanan air terjun berundak dengan kemiringan sekitar 75 derajat dan ketinggian air sekitar 15 m, sedangkan yang kiri air terjunnya langsung jatuh ke bawah dengan ketinggian kurleb 69 m. Kedua air terjun ini berasal dari sumber mata air yang berbeda. Dan selanjutnya alirannya bertemu di satu telaga kecil dan cukup dangkal.


Sebenarnya, di antara kedua coban kembar ini, ada 2 buah gua *kondisi tertutup rimbunnya rumput liar*. Konon, gua itu disebut Gua Jepang, yang duluuuu di jaman perang kemerdekaan, digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan dan persembunyian tentara Jepang. *wuiihh ga kebayang, mo ke gudang makanan/ sembunyi aja kudu ngelewatin jalan curam dan berliku*.

Dan katanya, katanya lho yaa. Di bawah Coban Kembar Watu Ondo ini ada lagi Coban Teyeng (teyeng = berkarat, Javanesse). Model air terjunnya berundak, dan yang jelaaas seperti namanya, airnya berwarna kuning seperti berkarat. Jalur ke sana belum bisa ditempuh dengan jalur darat, harus menyisir sungai.

Jadi sudah tau yaa kenapa dinamakan Coban Kembar aka Coban Watu Ondo? Anyway, selamat ngebolang..!! :)

0 komentar: