Sunday, July 24, 2016

Surabaya International Kite Festival 2016



🎏🎏🎏🎏🎏🎏

Kuambil buluh sebatang
Kupotong sama panjang
Kuraut dan kutimbang dengan benang
Kujadikan layang-layang

🎵🎶🎼🎵🎶🎼
Selama ini cuma lihat beginian di TV aja, makanya kali ini disempetin banget bangetttt. Yang Sabtu terpaksa absen karena satu dan lain hal. Makanya Minggu pokoknya musti lihat. Alhamdulillaah bisaaaa. TKP nya adalah Side Area Long Beach Selatan, Pakuwon City, Surabaya 😄





Sampai TKP, langit udah berwarna warni, ada macem-macem bentuk layangan, ada yang 2D, 3D, train (rangkaian kayak naga panjangnya). Pesertanya sekitar 125 dari 19 daerah di Indonesia, dan 4 negara seperti Tiongkok, Malaysia, Hongkong, dan Thailand. Festival ini diadakan untuk menyemarakkan acara Preparatory Committee (Prepcom) of the United Nations Conference on Housing and Sustainable Urban Development 3 (Habbit III). *semoga ga salah tulis, saking panjangnya yang ngasih judul). 😂





Gimana pendapatku? Kereeeennn, besok-besok klu ada lagi, mau lihat deh. Begitu banyak kreativitas yang tumpah ruah di angkasa. Berlatar birunya langit, diiringi hembusan angin yang menghalau panas terik matahari. Ga nyesel jauh-jauh datang dari ujung ke ujung. 😍


Friday, June 24, 2016

Event: Kids Go To Office



Duluuu waktu aku masih kecil, seneengg bangett klu diajakin Bapak main ke kantornya. Rasanya mengasyikkan untuk tahu sesuatu yang baru, jaman dulu belum ada yaa macem komputer gitu. Dulu melihat ada banyak mesin ketik, tumpukan map, meja kerja berderet, lemari besar berisi aneka berkas, maket lokasi pekerjaan, dll, dsb, dst aja sudah membuat mata membulat takjub. :)

Beberapa puluh tahun kemudian, giliran anakku. Dia juga seneeeengg banget klu diajakin main ke kantor Bapaknya *dulu juga kantor Mamanya*. Meskipun seringnya pas libur, karena Bapak kena piket, atau hanya sekedar mampir mau numpang shalat dan selonjoran sebentar. Seneng sekali dia mainan kursi beroda, beredar ke seantero ruangan, qiqiqiqi. :D

Naaahh, ceritanya hari ini tadi ada acara "Kids Go To Office" di kantor si Bapak. Berangkat pagi-pagi bareng sama Bapak ngantor. Lalu nunggu di lobby kantor, ngobrol-ngobrol, main game, dll. Lumayan lama juga nunggunya, karena acaranya baru mulai sekitar jam 9 pagi. Kenapa ga di ruangan Bapak aja? Yaa karena Bapak di gedung belakang. Biar ga bolak balik aja, karena acaranya di gedung depan.

Setelah semua peserta ngumpul, lalu para nak kanak children ini dimasukkan ke ruangan meeting, dikasih lihat film, diajakin nyanyi, tebak-tebakan, diceritain tentang pekerjaan orang tuanya, foto-foto, trus diajakin touring keliling kantor. Habis itu, dikasih crayon sama gambar untuk diwarnai, dikasih goodie bag, pulang deh.

Well, semoga acara serupa di tahun mendatang dikemas dengan lebih menarik lagi. Batasan usianya juga diperjelas, jangan hanya di bawah 10 tahun aja gitu, sebaiknya batas bawah usia yang bisa ikut acara ini juga disebutin. Karena kejadian kemarin, ada anak yang masih di bawah 2 tahun ikutan, yaa yang ada hanya nemplok Mamanya aja kemana-mana dan agak rewel, karena acaranya ga mengakomodasi anak seumurannya.

Friday, May 06, 2016

Field Trip: Pantai Pasir Putih Pasetran Gondo Mayit, Blitar



Apa yang terlintas dalam benakmu saat mendengar nama "Pantai Pasir Putih Pasetran Gondo Mayit"? Qiqiqiqi, haqqul yakin pasti SEREM yak (Gondo = bau, Mayit = mayat, Pantai Bau Mayat!). Sama, awalnya juga terdengar aneh, apalagi setelah melihat keindahannya, makin heran, mengapa pantai seindah ini mendapatkan nama yang agak horor. Menurut Bapak penjaga parkiran mobil, dulunya daerah situ terkenal "sintru" mmmm bahasa Indonesianya angker kali yak. Pokoknya mistisnya kental deh, jadi ga banyak orang berani ke situ, tapi itu duluuu. Sekarang sudah endak. Tapi ya namanya tetep aja begitu, supaya orang tidak melupakan sejarah, "Jasmerah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah)" gituloh. :)


Di Pantai Tambakrejo

Awalnya kami ga ada rencana ke pantai ini, kami lagi asyik main di Pantai Tambakrejo, eh, makin siang kok ya makin gedhe ombaknya, trus makin rame. Niatnya kami cuma mau pindah ke pinggir yang deket karang, kelihatan lebih tenang dan lebih sepi. Pas mau mindah mobil, dan nanya ke petugas parkir, eh malah dikasih rekomendasi ke pantai ini. Ya sutralah kenapa tidak dicoba aja. :)

Si Papa lagi meninjau lokasi, qiqiqi ^_^

Jadi sebenernya Pantai Gondo Mayit ini letaknya berdampingan sama Pantai Tambakrejo, sama-sama terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Cuma kepisah bukit karang aja di antaranya (sama kayak Pantai Sendang Biru - Goa China - Bajul Mati, atau Papuma - Watu Ulo, sama-sama bertetangga).

Bukit karang di belakang itulah Perbatasan Pantai Gondo Mayit dan Pantai Tambakrejo

Bagi yang mau pake kekuatan kaki, bisa menyeberangi bukit karang yang memisahkan kedua pantai ini (butuh waktu sekitar 15-20 menit, tergantung kecepatan dan kondisi medan saat itu). Bagi yang endak, bisa ambil jalur mau balik ke Kota Blitar, begitu ketemu pertigaan pertama, belok ke kanan, ikutin aja jalannya, sampai ketemu persawahan, slow down, akan ada petunjuk arah. Dari jalan itu, belok ke kanan sekitar 400 m saja. Kondisi jalanan tidak selebar dan sebagus ke Pantai Tambakrejo, tapi ga jelek juga kok. Sesampainya di Pantai, yang ada hanya ucapan takjub memuji yang Maha Kuasa. Ma syaa Allaah, ada pantai tersembunyi yang indah bingiiittt di Kota Kelahiranku! Aaahh, kemana saja akuuhhh, padahal lahir dan besar di Blitar. :D

Pantai Gondo Mayit

Pasir pantainya putih, garis pantainya lumayan panjang, di bagian kiri pantai, ada bagian yang terlindungi karang tinggi, jadi bisa main pasir tanpa takut kena ombak, daaan masih cenderung sepi, berasa "privat beach", itu yang kami suka. Kalau boleh meminta, biarkan pantai ini tetap sepi dan asri, suka sedih klu nemu sampah hasil karya manusia yang attitude-nya jongkok. Di pantai ini ada kamar mandinya, airnya tawar dan segar, kata Bapak yang punya toilet, airnya ngambil dari desa, jadi tenaaang, acara mandi bisa sangat menyenangkan sehabis bergumul dengan asinnya air laut dan pasir pantai. Ada juga penjual makanan, meskipun menunya hanya pecel dan mie, no problemo, saat lapar, semuanya juga akan terasa enak dan mengenyangkan, qiqiqi. Kalau mau makan aneka ikan, memang sebaiknya di Pantai Tambakrejo saja. Di sini khususon buat mainan pasir dan air! :)

Menunggu ombak datang

Betah banget lho ngepantai di sini, berdiam diri sambil melihat ombak demi ombak bersusulan bergulung lalu pecah di bibir pantai, bikin istana, gulung gulung di pasir, kena ombak sampe ke muka, aaaahh seruuuuu. Kalau bukan karena mau Shalat Jum'at dan perut keroncongan laper, mungkin masih betah aja bermain. Oya, kelupaan, kalau mendekati bulan purnama, laut akan lebih berombak, jadi sebaiknya kalau bisa hindari waktu itu, kalau ga bisa, ya ga masalah juga siy sebenernya, asal tetap berhati-hati. :D

Berasa "Privat Beach"
Eh, boleh yaa ngebagi sedikit tips ngepantai ala kami?
1. Bawa barang secukupnya.
2. Tinggalkan alas kaki di mobil, ngepantai itu saatnya telapak kaki bermesraan dengan bumi.
3. Pakailah pakaian yang tidak berkantong. Klu ini ngefek banget pas proses pencucian baju yaa, maklum niy, emak-emak, kelar ngebolang ya ngecuci baju. Rempong boo' klu banyak kantongnya, pasti banyak pasirnya yang nyisa.
4. Pakai topi, sunglasses, dan tabir surya, biar ga kena sunburn
5. Jaga attitudemu, jaga kebersihan dan keindahan pantai, jangan buang sampah sembarangan. Malu ih, udah gedhe masih suka buang sampah sembarangan, klu ga nemu tempat sampah, ya bawa pulang sampahmu! *emosi jiwa*
6. Patuhi aturan pantai yang dikunjungi. Klu ada bendera merah dan ombak lagi gedhe, ga usah coba-coba mandi di pantai deh. Sayangi nyawa yang cuma satu-satunya.

Senyum si anak pantai di depan Castle ala-ala :D

Fine! We love it, ini pantai yang ingin kami kunjungi lagi dan lagi. ^_^