Sunday, January 26, 2014

Seminar Parenting : Mengembangkan Multiple Intelegensi Anak


Tahun baru, lembaran baru, ilmu baru. Kali ini sekolah VaRo mengadakan Seminar Parenting yang bertajuk "Peran Orangtua dan Sekolah Dalam Mengembangkan Multiple Intelegensi Anak Dalam Menyongsong Masa Depan". Pembicaranya adalah Bapak Drs. Luqman Hakim, MM, seorang pengajar, trainer, juga presenter. Beliau sudah berkeliling mengisi training di 17 propinsi di Indonesia tercinta, ples beberapa negara seperti Malaysia, Singapore, dan Saudi Arabia. Langsung deh berbinar-binar, semangat seribu persen ingin menambah ilmu. :)

bersama ibu-ibu wali murid TK A yang haus ilmu, dan narsis :)

Sesuai prediksiku, beliau membawakan materi dengan sangat luwes, orang tua diajak untuk memahami anak dengan baik, diajarin cara mendekati hati buah hati supaya lebih maknyus, juga gerakan senam otak dan lainnya. Seminar yang dimulai jam 8 hingga Dhuhur-pun tak terasa lama, tiba-tiba aja udah selesai. Trus apa aja dunk isinya? Tenang, habis ini aku share yaa *inhale exhale*

Untuk menghadapi tuntutan di jaman globalisasi ini, sangat dibutuhkan karakter yang kuat, kompetensi, kemampuan menerima perubahan, serta mempunyai sisi spiritual yang kuat juga *supaya aman dari godaan syaithon*. :)

Nha, bagaimana kita sebagai ortu mempersiapkan buah hati tercinta menghadapi kejamnya dunia? *tsaah*. Di antaranya, kita harus memahami, siapa anak kita. Harus mengenali potensi yang dimilikinya, gaya belajarnya, kecerdasan jamaknya, sehingga kita bisa bersinergi mengoptimalkan potensi yang ada.

Yang perlu digaris bawahi adalah, anak akan berkembang optimal, jika dia tidak takut/ tertekan saat belajar dan dia mendapatkan cukup kasih sayang, belaian, keramahan, serta suasana belajar yang menyenangkan.

Sebagai ortu yang baik, kita juga harus memenuhi kebutuhan dasar mereka, apa sajakah itu?
1. Kebutuhan Intelectual
2. Kebutuhan Emotional
3. Kebutuhan Spiritual
4. Kebutuhan Jiwa
5. Kebutuhan Fisik

Dimana 5 kebutuhan itu akan masuk ke dalam diri anak melalui 5 panca indera, yaitu mata (melihat), hidung (membaui), telinga (mendengar), lidah (mencecap rasa), kulit (merasakan). Kalau mau anak kita tumbuh bagus, maka kita harus benar-benar menjaga kelima panca inderanya, supaya radarnya menangkap hal yang positif.
Jaga matanya dari melihat hal yang tidak baik, entah itu sinetronkah, orang tuanya sedang bertengkarkah, hiburan tak layak tontonlah, dll.
Jaga hidungnya dari segala macam polusi.
Jaga telinganya dari mendengar perkataan yang buruk dan tidak pantas didengar.
Jaga kulitnya supaya tidak menyentuh yang bukan haknya.
Dan yang paling penting, jaga lidahnya dari memakan sesuatu yang haram/ dihasilkan dari uang haram! Karena betapa bahayanya ketika sesuatu yang berasal dari uang haram, masuk ke tubuh anak kita, dan membentuk sebuah tabir, sehingga membuat anak kita begitu bermasalah untuk diarahkan ke jalan kebaikan.


Trus trus, kenali juga cara belajarnya yaa, apakah dia termasuk anak yang visual (mengutamakan indera penglihatan), auditory (mengutamakan indera pendengaran), kinestetik (mengutamakan indera hidung, lidah, kulit). Mengapa harus dikenali gaya belajarnya? Supaya kita bisa mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Anak kinestetik misalnya, tidak akan bisa duduk diam saat belajar, jadi janganlah kita memaksanya untuk duduk manis, karena dia akan bosan dan tertekan. Lain halnya anak auditory, dia akan banyak sekali bicara, menceritakan sesuatu atau minta diceritakan sesuatu, dalam sehari bisa berkali kali kita harus mengucapkan/ menceritakan sesuatu, karena dia mengingat dengan cara mendengar. Sedangan anak visual, dia akan duduk manis melihat atau membaca, sangat ideal yaa, sampai-sampai banyak ortu yang memaksakan anak auditory dan anak kinestetik semanis dan serajin anak visual, oh big NO NO..!! Mereka unik, dan punya cara belajar yang berbeda, jangan diseragamkan. :)

Sekarang mari kita cermati kecerdasan anak kita, ada 8 kecerdasan, yaitu:
1. Cerdas Linguistik/ cerdas bahasa
2. Cerdas Logika Matematika
3. Cerdas Musik
4. Cerdas Visual Spasial/ cerdas ruang
5. Cerdas Kinestetik/ cerdas tubuh
6. Cerdas Interpersonal/ cerdas sosial
7. Cerdas Intrapersonal/ cerdas diri
8. Cerdas Natural/ cerdas alam
dan untuk yang muslim, ada lagi kecerdasan selanjutnya
9. Existential Intelligence, yaitu kemampuan menempatkan diri dengan baik di jagat raya, memahami bahwa hidup adalah salah satu fase perjalanan panjang, yang dimulai dari alam ruh, alam benih, alam rahim, alam dunia, alam barzah, alam mahsyar, dan alam akhirat. Dimana kehidupan di dunia akan sangat mempengaruhi kehidupan selanjutnya :)
10. Kecerdasan Spiritual, seandainya 8 kecerdasan di atas tidak ada yang menonjol, yang paling penting adalah kecerdasan nomer 9 dan 10 yang wajib ada.

Kesimpulannya, untuk melejitkan potensi anak sejak dini adalah, fokus pada kelebihannya, karena dengan memaksimalkan kekuatan/ kelebihannya, maka akan menutupi kelemahannya. :)

Panitia, Ketua Yayasan, dan Narasumber

Eh ketinggalan, ada lagi 1 ilmu yang dasyat di dunia parenting, yaitu: COPETE CELAKAN HUHA
-Kasus: menunaikan shalat-
COntoh, orang tua wajib memberi contoh terlebih dahulu
PErintah, kalau sudah memberi contoh, baru bisa memberi perintah kepada anak untuk melakukannya
TEgur, jika perintah tak mempan, tegurlah dengan baik
CEla, ditegur kok anak masih cuek, cela dia. Contoh: katanya anak sholeh, kok disuruh shalat susah?
LArang, dicela masih ga mempan, larang dia melakukan hal yang dia suka sebelum dia shalat
ANcam, dilarang masih bandel aja, ancam dia. Contoh: kalau adek ga mau shalat, TV kabel dicabut
HUkum, diancam ga takut juga, hukumlah, dengan hukuman yang masuk akal. Karena kasusnya shalat, hukumannya ya melakukan shalat, bukannya dikunci di kamar mandi atau yang lainnya.
HAti, jurus terakhir adalah, dengan hati. Saat anak tidur, belai dia, ucapkan hal yang baik, motivasi dengan kata-kata positif, in shaa Allaah akan terekam di alam bawah sadar sang anak. Juga senantiasa sebutlah dalam doa, karena bagaimanapun, do'a ortu, terutama do'a Ibu kepada anaknya, termasuk salah satu do'a yang diperhitungan oleh Allaah SWT.

Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat yaa.. ^_^

Sunday, December 08, 2013

Field Trip: Outbound di Kampoeng Petualangan Koala, Citraland


Tahun kemarin, saat VaRo masih PG, dia sudah pernah outbound ke KenPark. Tahun ini, ganti tempat, yaitu di Kampoeng Petualangan Koala, di kawasan golf Citraland. Seperti biasa, kami berangkat rombongan dengan beberapa bus jam 7 pagi. Di sepanjang perjalanan, kami disuguhi hiburan dari anak-anak yang bergantian bernyanyi juga berceloteh tiada henti.

Sampai di TKP, sudah tersedia hamparan karpet untuk orang tua duduk manis, dan 3 tenda besar, masing-masing untuk kelas PG, TK A, dan TK B. Setelah rehat sejenak, anak-anak dikumpulkan membentuk lingkaran super besar, untuk bernyanyi, melompat, tepuk tangan, dan sejenisnya *mungkin sebagai pemanasan sebelum "bertempur" kali yaa*. Setelah itu dibagi menjadi 3 bagian sesuai kelasnya, dan orang tua mulai berpencar, mengekor anaknya masing-masing. :D

antri mau flying fox

belajar manjat pagar :D

salah satu halang rintang

belajar main golf

panjat tali

ayunan tali

jembatan goyang

meniti tali
Sayang disayang, saat harusnya memancing ikan, hujan turun tiba-tiba dengan derasnya. Semuanya lari tunggang langgang, ada yang berteduh di toilet, di tenda, atau yang sudah sigap membawa payung, yaa berteduh di bawah payung, qiqiqi :)

Jadilah, hasil panen dan ikan dibagikan cuma-cuma kepada anak-anak tanpa harus bersusah payah, mo gimana lagi, hujan sudah memporak porandakan acara outbound ini, sebagian malah sudah kabur karena para bapak ikutan mengekor bus dengan membawa kendaraan pribadi, termasuk Bapak si VaRo. Well, semoga next time saat outbound lagi, ga digangguin ama hujan lagi, peace hujan.. ^_^

tidur pulas kecapekan :)

Website Ciputra Golf bisa klik di sini
Saturday, November 30, 2013

BSB, Bulan Sakit Bersama


Masya Allaah, mengenaskan bener ya judulnya? Emang iya. Di bulan ini sakitnya gantian..!! ^_^ Bermula dari aku, yang entah karena akumulasi kecapekan, atau apa, akhirnya demam berhari-hari, siang sehat, malem demam. Berhubung si Bapak sedang "on duty" ke Bogor, akhirnya saat demam berlanjut hingga lebih dari 3 hari, kuputuskan ke RSMKW. Sudah was-was aja, jangan sampai kena DB untuk ketiga kalinya *ga elit yaa*, dan setelah antri, konsultasi, cek darah, menunggu, lalu akhirnya terkuak sudah apa gerangan yang membuatku terkapar tak berdaya berhari hari. Sudah tau? Yaapp, aku terkena typus. >_<

Alhamdulillaah, ga usah pake opname, bisa langsung pulang dan minum obat aja ples minum "Vermint" alias obat cacing. Senangnya hatiku, ga kebayang betapa repotnya kalau sampai aku opname, karena kami cuma bertiga aja di negeri antah berantah ini, jauh dari sanak saudara, jadi yaa, diusahakan jangan sampai deh opname. :)

Keesokan harinya, ketika si Bapak udah balik lagi ke rumah, gantian dia menunjukkan gejala ga baik. Badannya kayak digebukin orang sedunia, trus sejak masih di Bogor udah muncul bintil bintil gitu di beberapa bagian tubuh. Oh No..!! aku langsung curiga, ini pasti varicella, tapi untuk lebih jelasnya, aku fotoin aja dan kukirim ke kakak sepupuku yang kebetulan seorang dokter spesialis kulit dan kelamin.

Bener aja dugaanku, suamiku tercinta terkena cacar air. Subhanallaah, ini ceritanya pasien dapet pasien, qiqiqi. Langsung deh karantina di kamar depan, kemana-mana pake masker, jaga jarak dengan anak, kalau sama aku siy gapapa, karena aku dah pernah kena saat masih TK dulu, masih inget banget, sama Ibu dikasih lulur dari jagung, pas kering udah ga beda kayak Hanoman, qiqiqi.

Sama kakakku dikasih resep "asiklovir", dan si VaRo dikasih "imboost force" buat meningkatkan daya tahan tubuhnya, karena dialah yang paling rawan tertular. Setelah seminggu berkubang dalam kamar, akhirnya sembuh juga, tinggal bekasnya aja yang membuatnya makin ganteng. :P

Selang dua minggu, gantian VaRo. Tiba-tiba aja aku menemukan 3 bintil di tubuhnya. Ohh tidaaakk..!! Langsung gerak cepat, kasih obat dan vitamin, ples saat mandi, berendam pakai "larutan PK" dan kubalurin "Caladin" supaya ga ngerasa gatal. Alhamdulillaah, ternyata varicella VaRo ga separah bapaknya. Entah karena sejak awal sudah dirawat dengan baik, atau bagaimana, yang jelas cuma muncul 10 bintil di badannya, ga pake demam, ga pake gelisah, ga pake mogok makan, semua baik-baik saja, cuma berbintil aja.

Well, lengkap sudah, tiga orang sakit di bulan yang sama, ples laptopku juga ikutan sakit, alhamdulillaah, sakit adalah salah satu bentuk kasih sayang dari Allaah SWT. Dengan begitu, bisa lebih bersyukur dan menghargai kesehatan. Bye bye sakit, pergi yang jauh yaa, ga usah mampir lagi.. Adios..!! :D